PMI JEMBER — Kepedulian warga terhadap kebutuhan darah terus tumbuh di lingkungan masyarakat. Warga Perumahan Bumi Mangli Permai (BMP) RT 4 RW 13, Kabupaten Jember, secara rutin menggelar aksi donor darah setiap dua bulan sekali.
Pada aksi donor darah yang berlangsung Minggu, 23 Agustus 2026, warga berhasil mengumpulkan 30 kantong darah untuk menambah stok darah di UDD PMI Kabupaten Jember.
Ketua PMI Kabupaten Jember, Zainollah, mengapresiasi konsistensi warga Perumahan Bumi Mangli Permai yang menjadikan donor darah sebagai kegiatan rutin.

“Yang sangat kami apresiasi adalah komitmen warga. Donor darah dilakukan rutin dua bulan sekali. Ini menunjukkan bahwa kepedulian terhadap kebutuhan darah sudah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat,” ujar Zainollah.
Dalam kegiatan tersebut, tercatat 30 pendonor berhasil menyumbangkan darah, sedangkan 15 peserta batal dan 3 peserta gagal dalam proses pengambilan darah.
Dari hasil skrining kesehatan, sejumlah peserta belum dapat mendonorkan darah karena belum memenuhi persyaratan. Sebanyak 10 peserta memiliki kadar HB rendah, di bawah 12,5 gram/desiliter, sementara 4 peserta memiliki tekanan darah tinggi.

Selain itu, terdapat 1 peserta yang kurang istirahat, sehingga belum dapat mengikuti donor darah. Sementara itu, 3 peserta mengalami gagal pengambilan darah (gatap).
Zainollah menjelaskan, proses skrining menjadi tahapan penting dalam setiap kegiatan donor darah. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan kondisi pendonor memenuhi syarat sekaligus menjaga keamanan dan kualitas darah yang dikumpulkan.
“Bagi masyarakat yang belum bisa donor karena hasil skrining, tidak perlu berkecil hati. Perhatikan kondisi kesehatan dan bisa mencoba kembali pada kegiatan donor berikutnya,” katanya.
Menurut Zainollah, kegiatan rutin seperti yang dilakukan warga Perumahan Bumi Mangli Permai sangat membantu PMI dalam menjaga ketersediaan stok darah. Kebutuhan darah berlangsung setiap hari, sehingga partisipasi masyarakat secara berkelanjutan sangat diperlukan.

“Semakin banyak komunitas dan lingkungan masyarakat yang rutin donor, semakin kuat pula cadangan darah yang bisa disiapkan untuk membantu pasien yang membutuhkan,” pungkasnya.
Konsistensi warga BMP melakukan donor darah dua bulan sekali menjadi contoh bahwa gerakan kemanusiaan dapat dimulai dari lingkungan tempat tinggal. Dari sebuah kegiatan rutin warga, puluhan kantong darah dapat terkumpul dan selanjutnya dimanfaatkan bagi masyarakat yang membutuhkan transfusi darah. (*)
