PMI JEMBER — Semangat kepedulian sosial di akar rumput kembali dibuktikan oleh warga Desa Bangsalsari. Desa ini semakin mengukuhkan diri sebagai salah satu lumbung pendonor darah paling aktif di Kabupaten Jember setelah sukses menghimpun 47 kantong darah dalam kegiatan donor darah massal yang digelar pada Rabu, 25 Agustus 2026.
Kepala Desa Bangsalsari, Nur Kholis, menyampaikan apresiasi tinggi atas antusiasme warganya. Menurutnya, konsistensi warga dalam mendonorkan darah merupakan wujud nyata solidaritas kemanusiaan yang terus mendarah daging di tengah masyarakat Bangsalsari.

"Kami bersyukur kesadaran masyarakat untuk berbagi kehidupan melalui donor darah semakin tinggi. Desa Bangsalsari berkomitmen untuk terus menjaga tradisi mulia ini demi membantu ketersediaan stok darah di Kabupaten Jember," ujar Nur Kholis.
Apresiasi senada juga datang dari Ketua PMI Kabupaten Jember, Zainollah. Ia memuji peran aktif Pemerintah Desa Bangsalsari yang rutin menggerakkan warganya. Keberhasilan ini dinilai sangat strategis dalam menopang kebutuhan stok darah harian di Unit Donor Darah (UDD) PMI Jember. “Kami sampaikan terima kasih kepada Pak Kades Nur Kholis dan perangkatnya yang senantiasa menggerakkan para relawan pendonor untuk aktif ikut aksi kemanusiaan donor darah,” kata Zainollah.
Meski mencatatkan angka pengumpulan yang impresif, proses skrining kesehatan yang ketat membuat sejumlah calon pendonor terpaksa harus tertunda niat mulianya. Dari total pendaftar yang hadir, tercatat ada 19 orang yang batal mendonorkan darah karena tidak lolos pemeriksaan medis awal.

Berdasarkan data panitia, berikut adalah rincian indikator penolakan calon pendonor antara lain Kadar Hemoglobin (HB) Rendah (< 12,5 gr/dl) 7 orang, Tekanan Darah Tinggi (Hipertensi) 4 orang, Tekanan Darah Rendah (Hipotensi) 3 orang, Kadar Hemoglobin (HB) Tinggi (> 17 gr/dl) 3 orang. Sedang Mengonsumsi Obat 1 orang dan Sedang Menstruasi 1 orang. Penolakan ini merupakan prosedur standar keselamatan medis untuk melindungi kesehatan pendonor sekaligus memastikan kualitas darah yang aman bagi penerima (pasien).
Dengan suksesnya perolehan 47 kantong darah ini, Desa Bangsalsari kembali membuktikan bahwa solidaritas sosial mampu hidup subur dari tingkat desa, membawa harapan baru bagi keselamatan pasien yang membutuhkan di Kabupaten Jember. (*)
