PMI JEMBER — Kekeringan mulai meluas di wilayah perkotaan Jember. Tim Tanggap Darurat Bencana PMI Kabupaten Jember kembali melakukan asesmen kondisi kekeringan di Dusun Tegalwatu, Desa Patrang, Kecamatan Patrang, Selasa (25/8/2026).
Asesmen dilakukan setelah masyarakat mengalami kesulitan mendapatkan air bersih selama kurang lebih satu bulan terakhir. Tim menemukan sebagian besar sumber air warga mengalami penurunan debit, bahkan sejumlah sumur telah mengering.
Di wilayah RT 02, 03 dan 04/RW 08 tersebut, tercatat sekitar 200 kepala keluarga atau 800 jiwa terdampak kondisi kekeringan.

Berdasarkan hasil asesmen, sumur milik masyarakat dengan kedalaman sekitar 25–30 meter sebagian besar sudah tidak lagi memiliki air. Sementara sumur dengan kedalaman sekitar 35 meter masih menyimpan air, namun debitnya terus menurun sehingga belum mampu memenuhi kebutuhan warga secara optimal.
“Warga juga mengandalkan sumur bor. Namun operasionalnya sangat terbatas, hanya bisa digunakan sekitar pukul 06.00 dan 17.00, masing-masing sekitar satu sampai dua jam,” demikian disampaikan Faiturahman tim asesmen Tim Tanggap Darurat PMI Kabupaten Jember.

Kondisi tersebut membuat masyarakat harus mencari sumber air alternatif. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, sebagian warga mengambil air dari sungai yang berada di bawah permukiman.
Jarak sumber air tersebut sekitar 100–150 meter dari permukiman. Akses menuju sungai berupa jalan menurun dan cukup terjal. Kondisi ini membuat warga harus bekerja lebih keras untuk membawa air dari sungai kembali ke rumah, sekaligus meningkatkan risiko kelelahan maupun kecelakaan.
Tim PMI menilai keterbatasan sumber air dan sulitnya akses terhadap sumber alternatif membuat kebutuhan masyarakat terhadap bantuan air bersih semakin tinggi.

“Dengan kondisi sumber air yang semakin terbatas, diperlukan dukungan distribusi air bersih secara berkala sebagai upaya memenuhi kebutuhan dasar masyarakat selama kondisi kekeringan berlangsung,” kata ketua PMI Kabupaten Jember Zainollah.
Asesmen lapangan dilakukan oleh satu staf Penanggulangan Bencana (PB) PMI Kabupaten Jember bersama satu relawan. Tim berangkat pukul 13.05 WIB dan laporan hasil asesmen disampaikan pukul 16.53 WIB.
Dalam kegiatan tersebut, tim menggunakan kendaraan roda dua pribadi. Tidak ditemukan kendala berarti selama proses asesmen.
Hasil asesmen selanjutnya akan dilaporkan kepada pengurus PMI Kabupaten Jember sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan langkah penanganan berikutnya, termasuk kemungkinan dukungan distribusi air bersih bagi warga terdampak.
Kondisi kekeringan di Tegalwatu menjadi perhatian karena terjadi di kawasan yang berada tidak jauh dari pusat perkotaan. Keterbatasan air bersih kini bukan hanya menjadi persoalan wilayah pedesaan, tetapi juga mulai dirasakan masyarakat di kawasan permukiman perkotaan. (*)
