PMI JEMBER — Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Jember mengirimkan 12 personel sukarelawan untuk diperbantukan dalam agenda Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU). Para relawan tersebut disiagakan langsung tak jauh dari area pusat kegiatan, yakni Pondok Pesantren (Ponpes) Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur.
Dalam penugasan tersebut, PMI Jember mendirikan dua posko kesehatan strategis untuk melayani para muktamirin (peserta muktamar) maupun masyarakat yang datang dari berbagai penjuru daerah. Sekretaris PMI Jember, Ghufron Eviyan Efendy, yang mendampingi langsung pergerakan tim di lapangan menjelaskan bahwa belasan personel tersebut dibagi secara proporsional sesuai tugas masing masing.

"Dari PMI Jember ada 12 personel yang terbagi dalam dua tim. Mereka akan bertugas memberikan layanan medis pada peserta maupun pengunjung Muktamar ke-35 di Jombang," ujar Ghufron saat memberikan keterangan di lokasi acara.
Posko kesehatan PMI Jember menyediakan beragam fasilitas pemeriksaan fisik secara cuma-cuma. Layanan yang dapat diakses oleh publik meliputi pengecekan tekanan darah, kadar gula darah, kolesterol, hingga asam urat. Guna mengantisipasi situasi darurat medis yang membutuhkan penanganan cepat ke rumah sakit rujukan, PMI Jember juga menyiagakan unit ambulans gratis selama 24 jam.

Menariknya, PMI Jember tidak hanya fokus pada penanganan medis klinis. Menyadari banyaknya peserta yang menempuh perjalanan jauh dari luar kota hingga luar pulau, posko PMI Jember yang ada di Jombang juga menghadirkan fasilitas relaksasi berupa layanan pijat gratis untuk memulihkan kebugaran para muktamirin yang kelelahan.
Selain berkonsentrasi pada posko pelayanan mandiri, PMI Jember turut memperluas cakupan aksi kemanusiaannya dengan menggandeng tuan rumah. Mereka berkolaborasi bersama PMI Kabupaten Jombang untuk menggelar kegiatan donor darah di area yang tak jauh dari pusat pelaksanaan muktamar.

Melalui sinergi dan kesiapsiagaan ambulans serta tim medis, PMI Jember berkomitmen penuh untuk mengawal kelancaran sekaligus memastikan kondisi kesehatan para peserta muktamar tetap prima hingga seluruh rangkaian acara selesai.(*)
