PMI JEMBER – Pelaksanaan ibadah puasa hari pertama tidak menyurutkan niat kemanusiaan warga Kabupaten Jember. Usai melaksanakan salat Tarawih pertama yang ditetapkan pemerintah, puluhan umat Islam berbondong-bondong mendatangi gerai donor darah yang digelar oleh Unit Donor Darah (UDD) PMI Kabupaten Jember, Rabu (18/2) malam.
Kegiatan rutin tahunan bertajuk "Donor Darah
Ramadan" ini dilaksanakan di dua titik strategis, yakni di depan Masjid
Jami' Al Baitul Amin dan kawasan Double Way Universitas Jember (UNEJ). Meski
rintik hujan sempat membasahi lokasi, antusiasme warga tetap tinggi untuk
menyedekahkan darah mereka.
Tidak semua niat baik berjalan mulus malam itu. Sejumlah calon pendonor harus gigit jari karena dinyatakan tidak lolos tahap pemeriksaan kesehatan (skrining). Alasannya pun beragam, mulai dari faktor kesehatan hingga riwayat perjalanan Ada calon pendonor yang baru kembali dari tugas di Papua. Tekanan darah (tensi) terlalu tinggi, kadar hemoglobin (HB) rendah, atau baru saja mengonsumsi obat. Ada juga berat badan yang belum mencukupi. Bahkan, sejumlah perempuan terpaksa ditolak karena sedang dalam masa datang bulan.

Meski banyak yang tidak lolos, PMI Kabupaten Jember
berhasil mengumpulkan total 40 kantong darah dari kedua lokasi tersebut.
Sebagai bentuk apresiasi, para pendonor yang berhasil menyumbangkan darahnya
mendapatkan suvenir berupa tumbler cantik nan unik. "Alhamdulillah saya
bisa donor hari ini. Biasanya sering gagal karena tensi saya sering rendah,
tapi malam ini pas," ujar salah satu pendonor di lokasi Kampus UNEJ dengan
nada syukur.
Ketua PMI Kabupaten Jember, Zainollah, mengapresiasi
kesadaran masyarakat yang tetap peduli terhadap stok darah meski sedang
menjalankan ibadah puasa. Kegiatan jemput bola ini sengaja dilakukan pada malam
hari agar tidak mengganggu kondisi fisik pendonor yang sedang berpuasa di siang
hari. “Donor darah di bulan Ramadan bukan hanya sekadar aksi medis, namun
menjadi bentuk sedekah nyata bagi sesama yang membutuhkan di tengah suasana
bulan suci,” ujarnya. (*)
