PMI JEMBER – Semangat kemanusiaan para relawan pendonor darah di Kabupaten Jember terus menunjukkan kekuatan besar. Sepanjang semester pertama bulan Januari hingga Juni tahun 2026, donasi darah yang dihimpun melalui Unit Donor darah (UDD) PMI Kabupaten Jember berhasil menembus 22.390 kantong darah.
Ketua PMI Kabupaten Jember Zainollah, S.Pd menyampaikan, capaian tersebut menjadi bukti tingginya kesadaran masyarakat Jember dalam mendukung ketersediaan stok darah bagi pasien yang membutuhkan di berbagai fasilitas layanan kesehatan.
“Capaian 22.390 kantong darah selama enam bulan pertama tahun 2026 ini menunjukkan bahwa solidaritas kemanusiaan relawan pendonor sukarela di Jember tetap terjaga dengan baik. Ini adalah kekuatan sosial yang sangat besar untuk membantu sesama,” ujar Zainollah.

Berdasarkan data UDD PMI Kabupaten Jember dalam enam bulan terakhir tercatat donasi pada bulan Januari sebanyak 4457 Kantong, Februari 4075 kantong, maret 2673 kantong, April sebanyak 4107 Kantong, Mei sebanyak 3476 Kantong dan bulan Juni sebanyak 3602 Kantong. Perolehan donasi darah tertinggi terjadi pada Januari 2026 dengan jumlah 4.457 kantong darah. Sementara itu, donasi terendah tercatat pada Maret 2026 dengan 2.673 kantong darah. Secara keseluruhan, rata-rata donasi darah setiap bulan selama semester pertama tahun ini mencapai 3.732 kantong darah.
Kepala UDD PMI Kabupaten Jember, dr. Agus Burhansyah, menegaskan bahwa capaian tersebut sangat penting dalam menjaga keberlangsungan stok darah untuk kebutuhan rumah sakit, pasien operasi, korban kecelakaan, ibu melahirkan, hingga penderita penyakit tertentu yang membutuhkan transfusi darah rutin.
“Donasi darah dari para relawan menjadi penopang utama ketersediaan stok darah di Jember. Karena itu kami sangat mengapresiasi seluruh pendonor sukarela, komunitas, instansi, lembaga pendidikan, pesantren, perusahaan, kampung donor darah dan semua pihak yang selama ini konsisten mendukung kegiatan donor darah,” kata dr. Agus Burhansyah.

Ia menambahkan, kebutuhan darah di Kabupaten Jember tergolong tinggi sehingga kesinambungan donor darah harus terus dijaga. Menurutnya, peran relawan pendonor bukan sekadar menyumbangkan darah, melainkan juga menjadi bagian dari gerakan kemanusiaan yang menyelamatkan banyak nyawa.
PMI Kabupaten Jember berharap tren positif donasi darah pada semester pertama 2026 ini dapat terus meningkat pada semester berikutnya. Selain menjaga kecukupan stok darah, peningkatan partisipasi donor sukarela juga dinilai penting untuk memperkuat budaya gotong royong dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.
Dengan capaian 22.390 kantong darah dalam enam bulan tahun ini, PMI Kabupaten Jember menilai relawan pendonor darah telah menjadi garda kemanusiaan yang nyata, menghadirkan harapan hidup bagi ribuan pasien yang membutuhkan transfusi darah setiap harinya. (*)
