PMI JEMBER — Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Jember melakukan asesmen kekeringan di Dusun Krajan, RT 2/RW 6, Desa Plalangan, Kecamatan Kalisat, Selasa (7/7/2026). Kegiatan ini dilakukan untuk memantau kondisi ketersediaan air bersih bagi warga di tengah musim kemarau.
Asesmen lapangan dilakukan oleh relawan KSR PMI Unit Markas Kabupaten Jember, yakni Andre Ferdiansyah dan Siti Vira Vareza. Dari hasil pemantauan di lokasi, kebutuhan air warga setempat saat ini masih dalam kondisi relatif aman.

Ketua PMI Kabupaten Jember Zainollah menjelaskan, masyarakat Dusun Krajan hingga kini masih mengandalkan sejumlah sumber air yang tersedia, seperti sumur tradisional serta sumur bor program TMMD yang berada di dekat Lapangan Plalangan. Sementara untuk kebutuhan air minum dan memasak, sebagian warga memilih menggunakan air isi ulang.
“Secara umum kebutuhan air warga masih cukup aman. Masyarakat masih bisa mengakses air dari sumur tradisional dan sumur bor TMMD, sedangkan untuk air minum dan memasak banyak yang menggunakan air isi ulang,” ujar Zainollah.
Relawan KSR PMI Unit Markas Andre Ferdiansyah menambahkan, asesmen ini menjadi bagian dari langkah awal PMI untuk memetakan potensi kekeringan di wilayah terdampak kemarau. Meski kondisi saat ini belum masuk kategori darurat, pemantauan tetap perlu dilakukan secara berkala agar langkah antisipasi bisa segera diambil bila debit air mulai menurun.

Dalam pelaksanaan asesmen, petugas juga menghadapi kendala karena tidak semua warga dapat ditemui secara langsung. Hal itu disebabkan sebagian warga masih bekerja saat tim asesmen datang ke lokasi.
Sebagai tindak lanjut, PMI Kabupaten Jember akan terus memantau perkembangan volume air di sumur-sumur milik warga. Selain itu, PMI juga akan berkoordinasi dengan pihak terkait apabila di kemudian hari muncul permintaan bantuan air bersih dari masyarakat.
PMI berharap pemantauan dini seperti ini dapat menjadi langkah antisipatif agar kebutuhan air bersih masyarakat tetap terjaga selama musim kemarau berlangsung. (*)
