SAYANG, 23 PENDONOR TIDAK LOLOS SKRINING, MATAHARI DEPARTEMENT STORE JOHAR KEMBALI SUMBANG PULUHAN KANTONG DARAH KE UDD PMI KAB JEMBER

SAYANG, 23 PENDONOR TIDAK LOLOS SKRINING, MATAHARI DEPARTEMENT STORE JOHAR KEMBALI SUMBANG PULUHAN KANTONG DARAH KE UDD PMI KAB JEMBER

PMI JEMBER – MATAHARI Department Store Johar terus menunjukkan komitmennya sebagai salah satu mitra setia Unit Donor Darah (UDD) PMI Kabupaten Jember dalam menjaga ketersediaan stok darah bumi pandalungan. Melalui aksi kemanusiaan yang digelar secara rutin setiap dua hingga tiga bulan sekali, ritel modern ini kembali sukses mengumpulkan puluhan kantong darah dari para relawan, baik karyawan maupun pengunjung setianya. 

Pada aksi donor darah yang berlangsung pada Minggu, 5 Juli 2026, antusiasme calon pendonor sebenarnya tergolong tinggi. Namun, ketatnya proses skrining kesehatan demi menjaga kualitas darah membuat tidak semua pendaftar bisa mendonorkan darahnya. Dari total puluhan pendaftar, tercatat 24 kantong darah berhasil dihimpun, sementara 23 calon pendonor terpaksa dinyatakan batal (tidak lolos skrining). 


Tim medis UDD PMI Kabupaten Jember menerapkan standar yang ketat bagi setiap calon pendonor. Berdasarkan data teknis di lapangan, penyebab utama kegagalan 23 calon pendonor tersebut didominasi oleh masalah kadar Hemoglobin (HB) dimana kadar HB rendah (< 12,5 gr/dl) sebanyak 18 orang.Tekanan darah (TD) rendah sebanyak 2 orang. Sedang atau usai konsumsi obat-obatan sebanyak 2 orang  dan  faktor lain  1 orang. 

Meskipun hampir separuh dari calon pendonor tidak lolos skrining, Ketua PMI Kabupaten Jember, Zainollah, tetap menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Matahari Department Store Johar serta masyarakat yang telah hadir. "Kami sangat berterima kasih atas konsistensi Matahari Johar yang rutin menggelar donor darah ini. Setiap kantong darah yang terkumpul sangat berarti untuk menyelamatkan nyawa sesama. Bagi rekan-rekan yang belum lolos hari ini, jangan berkecil hati. Niat baik Anda sudah menjadi catatan amal yang luar biasa," ujar Zainollah. 


Senada dengan hal tersebut, Kepala UDD PMI Kabupaten Jember, dr. Agus Burhansyah, menjelaskan bahwa pembatalan donor demi kebaikan bersama, baik untuk kesehatan pendonor maupun keamanan pasien yang akan menerima transfusi. "Skrining ketat ini adalah prosedur wajib. Mayoritas hari ini terkendala HB rendah (< 12,5 Gr/dl). Kami menyarankan para calon pendonor untuk menjaga pola istirahat dan nutrisi yang cukup sebelum melakukan donor darah di kesempatan berikutnya," jelas dr. Agus Burhansyah. 

Kegiatan rutin ini diharapkan dapat terus berjalan secara berkesinambungan dan menjadi contoh bagi korporasi atau instansi lain di Jember untuk ikut serta menjaga stabilitas stok darah demi kemanusiaan. (*)