Strategi Hadapi Tsunami, PMI Jember Usulkan Pembangunan Masjid Sekaligus Tempat Penampungan Sementara Di Pesisir Puger

Strategi Hadapi Tsunami, PMI Jember Usulkan Pembangunan Masjid Sekaligus Tempat Penampungan Sementara Di Pesisir Puger

​JEMBER – Mengingat minimnya dan jauhnya lokasi aman dari bibir pantai di wilayah pesisir, Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Jember mengusulkan konsep inovatif dalam mitigasi bencana tsunami: membangun masjid yang juga dirancang khusus sebagai tempat penampungan sementara (TPS) atau titik kumpul darurat bagi warga.

​Gagasan tersebut disampaikan oleh Kepala Bidang Penanggulangan Bencana PMI Kabupaten Jember, Narto, dalam acara Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Jalur Evakuasi Tsunami Kecamatan Puger yang berlangsung hangat di Balai Desa Mojomulyo, Kecamatan Puger, Kabupaten Jember, Selasa (18/8/2026).

FGD dilaksanakan oleh Tim Peneliti Teknik Sipil Universitas Jember (Rafli Adhi Susilo, Ikhsan Protekad PP, M. Rizqi Fakhrisil Alfian). 


​"Mengingat titik aman agak  jauh dari bibir pantai di Puger, maka perlu digagas pembangunan masjid yang sekaligus menjadi titik kumpul atau tempat penampungan sementara jika terjadi tsunami. Tentu kita tidak berharap ada bencana, tetapi kita harus siap lebih dulu," tegas Narto. Masjid ini dibangun dengan konstruksi yang kokoh dan sesuai kebutuhan titik kumpul yang aman.

​Narto menjelaskan, pembangunan masjid di kawasan pesisir sejak awal harus mengadopsi standar konstruksi yang ramah bencana tsunami. Belajar dari tragedi tsunami Aceh 2004, bangunan masjid terbukti menjadi salah satu struktur paling kokoh yang selamat dari hempasan gelombang dahsyat dan berhasil menyelamatkan ribuan nyawa. Selain itu, gagasan ini sejalan dengan program School Community Resilience (SCR) hasil kerja sama PMI Kabupaten Jember dengan Japanese Red Cross Society (JRCS) di Kecamatan Puger dan Gumukmas untuk membangun budaya kesiapsiagaan masyarakat. 

Dosen Pembimbing Peneliti UNEJ, Retno Utami A. Wiyono, ST, M.Eng P.hD, menggarisbawahi bahwa waktu evakuasi bagi warga pesisir Desa Mojomulyo sangatlah terbatas. Akses jalan menuju titik aman yang ada saat ini tergolong jauh, sempit, dan jumlah jalurnya terbatas.

​Kondisi tersebut juga diakui oleh Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Kabupaten Jember, Ir. Anang Dwi Resdianto. Menurutnya, wilayah pesisir Puger memang memiliki tantangan geografis tersendiri karena jaraknya yang relatif jauh dari zona aman tinggi jika terjadi tsunami berskala besar. Konsep masjid multifungsi ini diharapkan menjadi salah satu solusi taktis untuk memangkas waktu evakuasi warga.

Dony Febrian, Sekdes Mojomulyo berharap hasil penelitian tersebut kedepannya bisa memberikan manfaat kepada masyarakat. (*)