Wujudkan Sinergi Preventif, PMI Jember Ikut Tanam Pohon Dan Tebar Benih Ikan Di HKB 2026

Wujudkan Sinergi Preventif, PMI Jember Ikut Tanam Pohon Dan Tebar Benih Ikan Di HKB 2026

PMI JEMBER – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Jember turut serta memeriahkan peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) 2026 yang diselenggarakan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember. Acara yang mengusung tema “Bersatu dalam Siaga, Tangguh dalam Bencana” ini dipusatkan di PPG Sidomulyo, Minggu (26/4/2026).

Sebagai bentuk aksi nyata, PMI Kabupaten Jember tidak hanya mengikuti seremonial apel, tetapi juga terjun langsung dalam kegiatan pelestarian lingkungan berupa penanaman pohon dan penebaran benih ikan di sungai sesaat setelah apel berakhir.


Ketua Bidang Penanggulangan Bencana PMI Kabupaten Jember, Narto, hadir mewakili lembaga dan berbaur bersama sejumlah tokoh penting, di antaranya, Kepala BPBD Jember, Basarnas, Camat Silo, Kapolsek Silo, dan Danramil Silo, Kepala Puskesmas Silo, Wakil Adm Perhutani dan unsur relawan lainnya.

Dalam kesempatan tersebut, Narto menekankan pentingnya kolaborasi antar lembaga dalam upaya pencegahan bencana. "Sesuai semangat HKB, kita harus sinergi dalam berbagai upaya penanggulangan bencana, termasuk upaya preventif seperti penanaman pohon dan menebar benih ikan seperti ini," ujar Narto.


Puncak peringatan ditandai dengan aksi heroik pembunyian kentongan, lonceng, serta berbagai alat peringatan dini secara serentak tepat pada pukul 10.00 WIB. Hal ini menjadi simbol kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi ancaman bencana yang bisa datang sewaktu-waktu.

Apel ini diikuti oleh jajaran BPBD Jember, para relawan kebencanaan, hingga siswa sekolah guna memperkuat kesadaran sejak dini.

Kepala BPBD Jember, Edy Budi Susilo, yang bertindak sebagai pimpinan apel, membacakan amanat tertulis dari Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letnan Jenderal TNI Suharyanto. Dalam pesan tersebut, ditegaskan bahwa HKB adalah gerakan nyata untuk membangun ketangguhan bangsa.


“Hari Kesiapsiagaan Bencana merupakan implementasi dari Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007, yang menekankan perubahan paradigma dari penanganan yang bersifat reaktif menjadi preventif (pencegahan),” pungkas Edy saat membacakan amanat tersebut.

Dengan adanya kegiatan penanaman pohon oleh PMI dan instansi terkait, diharapkan ekosistem lingkungan di wilayah Silo semakin terjaga sehingga dapat meminimalisir risiko bencana hidrometeorologi di masa depan. (*)