PMI JEMBER –Pencarian seorang pria yang diduga hanyut di aliran Sungai Garahan, Desa Garahan, Kecamatan Silo, terus dilakukan. Tim Tanggap Darurat Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Jember bergabung dengan Basarnas dan relawan gabungan menyisir lokasi kejadian sejak Senin pagi (27/4).
Kronologi Kejadian Korban diketahui bernama Buyang, seorang warga RT 3 RW 8 Desa Garahan, Kabupaten Jember. Berdasarkan informasi, Buyang yang masih ber KTP Desa/Kecamatan Gambiran Kabupaten Banyuwangi dilaporkan hilang sejak Minggu, 26 April 2026.

Sekitar pukul 14.00 WIB, korban berpamitan mandi di Sungai Garahan, namun hingga sore hari korban tidak kunjung kembali ke kediamannya di Garahan sehingga muncul kekhawatiran kuat bahwa korban telah hanyut terbawa arus sungai.
PMI Jember yang mendapat laporan tersebut, segera mengirimkan personel ke lokasi untuk membantu proses pencarian dan penyelamatan (SAR). Tim PMI Jember dipimpin oleh Faiturohman staf Penangulnagan Bencana (PB) didampingi oleh Yoga, relawan.
Satu unit mobil ambulan PMI Jember dikerahkan untuk mendukung mobilitas dan kesiapsiagaan medis di lokasi bersama Basarnas dan unsur relawan lainnya. "Kami telah meluncur ke lokasi Sungai Garahan begitu menerima laporan. Fokus utama saat ini adalah melakukan penyisiran bersama tim gabungan di titik-titik yang dicurigai menjadi lokasi korban tersangkut atau terbawa arus," ujar Faiturohman, anggota tim Tanggap Darurat PMI Jember.

PMI kabupaten Jember selalu mendukung bahkan berkomitmen penuh pada setiap misi kemanusiaan termasuk dalam hal pencarian orang hilang. "Kami instruksikan tim untuk bergerak cepat dan tetap mengutamakan keselamatan dalam bertugas. Koordinasi dengan Basarnas dan pihak terkait terus kami lakukan agar pencarian korban berjalan maksimal," tegas Zainollah, Ketua PMI Kabupaten Jember.
Hingga berita ini diturunkan, tim gabungan masih melakukan penyisiran di sepanjang aliran Sungai Garahan. Kondisi cuaca dan medan sungai menjadi faktor yang diperhatikan dalam proses pencarian tersebut.(*)
