PMI JEMBER – Suasana Pasar Malam Minggu di Kecamatan Sukowono, Sabtu (13/6/2026), tidak hanya dimanfaatkan warga untuk berbelanja dan menikmati hiburan. Sejumlah warga juga memanfaatkan momen tersebut untuk mengikuti kegiatan donor darah yang digelar oleh PMI Kabupaten Jember.
Meski antusiasme masyarakat cukup tinggi, banyak calon pendonor yang harus tertunda mendonorkan darahnya karena tidak lolos tahapan pemeriksaan kesehatan (screening) sebelum donor.

Ketua PMI Kabupaten Jember, Zainollah, mengapresiasi semangat warga Sukowono yang bersedia mendonorkan darah di tengah suasana pasar malam. Menurutnya, kegiatan donor darah yang digelar di pusat keramaian menjadi salah satu upaya mendekatkan pelayanan kemanusiaan kepada masyarakat.
“Antusiasme warga cukup baik. Banyak yang datang untuk donor darah sambil menikmati suasana malam minggu. Namun, kesehatan dan keselamatan pendonor tetap menjadi prioritas, sehingga mereka yang tidak memenuhi syarat harus ditunda terlebih dahulu,” ujarnya.
Dalam kegiatan yang dipusatkan di Pasar Malam Minggu Sukowono tersebut, PMI berhasil menghimpun 16 kantong darah. Sementara itu, 19 calon pendonor terpaksa ditunda karena tidak memenuhi persyaratan kesehatan.

Berdasarkan hasil pemeriksaan petugas, penyebab penolakan terbanyak adalah kadar hemoglobin (HB) rendah di bawah 12,5 gram/dl yang dialami oleh 10 orang. Selain itu terdapat beberapa kondisi medis lain yang menyebabkan calon pendonor belum dapat mendonorkan darahnya, yakni HB tinggi sebanyak 2 orang, tekanan darah tinggi (hipertensi) 5 orang, sedang mengonsumsi obat 1 orang, dan mengalami flu 1 orang.
Zainollah menjelaskan bahwa proses screening merupakan tahapan penting untuk memastikan darah yang didonorkan aman bagi penerima serta tidak membahayakan kesehatan pendonor.
“Kami mengimbau masyarakat untuk menjaga pola makan, istirahat yang cukup, serta memeriksakan kondisi kesehatannya secara rutin agar dapat menjadi pendonor darah secara berkelanjutan,” tambahnya.
PMI Kabupaten Jember terus berupaya menghadirkan layanan donor darah di berbagai lokasi, termasuk di pusat-pusat keramaian masyarakat, guna menjaga ketersediaan stok darah sekaligus meningkatkan kesadaran warga tentang pentingnya donor darah sebagai aksi kemanusiaan. (*)
