PMI JEMBER — Dampak musim kemarau dan kekeringan kian meluas di wilayah Kabupaten Jember. Menanggapi kondisi tersebut, Tim Tanggap Darurat Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Jember menerjunkan tim untuk melakukan asesmen cepat di Dusun Pelinggian RT 02 / RW 08, Kelurahan Antirogo, Kecamatan Sumbersari, pada Kamis (6/8/2026) siang.
Asesmen yang berlangsung sejak pukul 12.15 WIB hingga 13.51 WIB ini bertujuan untuk memetakan kebutuhan mendesak pasokan air bersih bagi warga terdampak.

Kasubid Penanggulangan Bencana (PB) dan SDM Markas PMI Kabupaten Jember, Wachid Budi Santoso, menyampaikan bahwa dari hasil pendataan di lapangan, tercatat sebanyak 50 Kepala Keluarga (KK) kini berjuang mendapatkan akses air bersih yang layak. "Untuk pemenuhan kebutuhan air bersih skala konsumsi, warga saat ini masih mengandalkan dan mengangsu dari tetangga yang debit sumurnya masih mencukupi. Namun, untuk kebutuhan sehari-hari seperti mandi, warga memanfaatkan sumber air alam yang debitnya juga mulai mengalami penurunan signifikan," ujar Wachid Budi Santoso.
Berdasarkan pengamatan tim PMI bersama unsur BPBD Kabupaten Jember dan pihak RW setempat, kondisi air sumur galian tradisional milik warga dengan kedalaman sekitar 6 hingga 8 meter mayoritas sudah tidak layak pakai. Air sumur warga terpantau mulai keruh dan menimbulkan bau tidak sedap.Saat ini di lokasi telah bersiaga 2 unit tandon air milik BPBD Kabupaten Jember dengan kapasitas masing-masing 1.200 liter.

Tim sempat mengalami kendala saat hendak menguji sampel air sumur secara langsung karena mayoritas sumur galian warga ditutup secara permanen. Meski demikian, tim menyiasatinya dengan memantau sumur-sumur yang masih dapat diakses secara terbuka.
Menindaklanjuti hasil asesmen cepat ini, pihak PMI Kabupaten Jember bergerak cepat menyusun langkah tanggap darurat, di antaranya: Menyusun laporan resmi kepada Pengurus PMI Kabupaten Jember untuk mendapatkan arahan dan disposisi penanganan.
Rencana aksi dengab menyusun skema rencana distribusi air bersih dan menyiapkan personel penanganan. Melakukan koordinasi intensif bersama BPBD Kabupaten Jember serta pengurus RW setempat terkait penentuan jadwal dan mekanisme pembagian air bersih agar terdistribusi secara merata.
Diharapkan dengan adanya tindakan cepat dan sinergi antarinstansi ini, kebutuhan dasar air bersih bagi 50 KK di Dusun Pelinggian dapat segera teratasi dalam waktu dekat. (*)
