Warga Desa Bangsalsari Himpun 49 Kantong Darah, 18 Pendonor Tertolak Saat Skrining

Warga Desa Bangsalsari Himpun 49 Kantong Darah, 18 Pendonor Tertolak Saat Skrining

PMI JEMBER – Semangat kepedulian warga Desa Bangsalsari, Kecamatan Bangsalsari, Kabupaten Jember, dalam membantu sesama melalui aksi donor darah patut diapresiasi. Dalam kegiatan yang digelar di Balai Desa Bangsalsari, Minggu (25/10/2026), berhasil dihimpun 49 kantong darah dari target 80 kantong.

Meski belum mencapai target, partisipasi masyarakat tersebut menjadi kontribusi nyata dalam membantu menjaga ketersediaan stok darah bagi pasien yang membutuhkan transfusi.

Ketua PMI Kabupaten Jember, Zainollah, mengapresiasi keterlibatan masyarakat Desa Bangsalsari dalam kegiatan kemanusiaan tersebut. Menurutnya, partisipasi masyarakat dalam donor darah merupakan bentuk kepedulian sosial yang berdampak langsung bagi keselamatan sesama.


“Donor darah merupakan aksi kemanusiaan yang sangat berarti. Setiap kantong darah yang terkumpul dapat membantu pasien yang membutuhkan transfusi. Kami berharap kesadaran masyarakat untuk berdonor terus meningkat,” demikian pesan Zainollah dalam mendorong penguatan gerakan donor darah di Kabupaten Jember.

Berdasarkan data kegiatan, dari 68 calon pendonor yang tercatat batal dan berhasil, sebanyak 49 orang berhasil mendonorkan darahnya, sedangkan 18 orang tertolak setelah menjalani pemeriksaan kesehatan. Selain itu, terdapat satu kegagalan dalam proses pengambilan darah.

Penyebab terbanyak calon pendonor tidak dapat melanjutkan donor adalah kadar hemoglobin (Hb) rendah, yakni di bawah 12,5 gram per desiliter, yang dialami 10 orang.

Sementara itu, empat orang terkendala tekanan darah tinggi dan tiga orang memiliki tekanan darah rendah. Satu calon pendonor lainnya pulang sebelum menyelesaikan proses donor.


Skrining kesehatan merupakan tahapan penting dalam prosedur donor darah. Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi pendonor memenuhi persyaratan sehingga proses donor berlangsung aman, sekaligus menjaga kualitas darah yang dikumpulkan.

Karena itu, calon pendonor yang belum memenuhi persyaratan tidak perlu berkecil hati. Mereka dapat kembali berpartisipasi setelah kondisi kesehatan memenuhi ketentuan donor darah.

Antusiasme masyarakat mengikuti kegiatan donor darah di Balai Desa Bangsalsari turut didukung penyebaran informasi melalui saluran komunikasi digital dan jejaring pertemanan.

Data PMI Kabupaten Jember mencatat sebanyak 52 orang memperoleh informasi kegiatan melalui WhatsApp Broadcast (WAB) dari Unit Donor Darah (UDD). Sementara itu, 16 orang mengetahui kegiatan tersebut melalui teman atau contact person (CP).

Data ini menunjukkan bahwa komunikasi digital dan dukungan lingkungan sosial berperan penting dalam menggerakkan masyarakat untuk berpartisipasi dalam kegiatan donor darah.

PMI Kabupaten Jember berharap kegiatan serupa terus dilaksanakan secara berkelanjutan dengan melibatkan pemerintah desa, organisasi masyarakat, komunitas, dan berbagai elemen warga.

Partisipasi masyarakat Desa Bangsalsari menjadi bukti bahwa gerakan kemanusiaan dapat tumbuh dari lingkungan terdekat. Semakin luas keterlibatan masyarakat, semakin besar pula peluang untuk menjaga ketersediaan darah bagi pasien yang membutuhkan.

Setetes darah yang disumbangkan hari ini dapat menjadi harapan hidup bagi orang lain. Melalui donor darah secara rutin, masyarakat tidak hanya membantu sesama, tetapi juga memperkuat solidaritas dan kepedulian sosial di Kabupaten Jember. (*)