PMI JEMBER — Aksi nyata ditunjukkan oleh Palang Merah Remaja (PMR) Wira SMK PGRI 5 Jember yang sukses menggelar bakti sosial donor darah bekerja sama dengan Pemerintah Desa Wonorejo, Kecamatan Kencong, Kabupaten Jember, Jumat (28 Agustus 2026).
Kegiatan kolaboratif ini berhasil menghimpun sebanyak 19 kantong darah segar yang langsung diserahkan kepada Unit Donor Darah (UDD) PMI Kabupaten Jember guna memperkuat stok darah daerah.
Pembina PMR Wira SMK PGRI 5 Jember, Nu Faizin, menyampaikan apresiasi tinggi atas antusiasme para pelajar dan warga desa yang turut ambil bagian dalam aksi kemanusiaan tersebut. Menurutnya, kegiatan ini dirancang sebagai wadah edukasi langsung bagi para siswa agar memiliki kepekaan sosial yang tinggi sejak usia remaja.

"Melalui kolaborasi bersama Desa Wonorejo ini, kami ingin menularkan semangat kemanusiaan sekaligus menanamkan jiwa kepedulian sosial kepada anggota PMR agar senantiasa siap membantu sesama yang membutuhkan," ujar Nu Faizin.
Dukungan penuh juga datang dari Kepala Desa Wonorejo Kecamatan Kencong, Sami’an, yang mengapresiasi sinergi positif antara lembaga pendidikan dan pemerintah desa. Ia menilai kegiatan donor darah massal seperti ini sangat efektif dalam membangun kesadaran kolektif masyarakat tentang pentingnya berbagi kehidupan melalui setetes darah. “Agar masyarakat lebih sadar ikut membantu sesame melalui donor darah karena bisa jadi keluarga kita yang membutuhkan darah,” kata Sami’an.
Sementara itu, Ketua PMI Kabupaten Jember, Zainollah, menyambut baik kontribusi nyata yang diberikan oleh PMR SMK PGRI 5 Jember dan warga Desa Wonorejo. Pasalnya, kebutuhan darah di Kabupaten Jember tergolong dinamis. “Pasokan rutin dari berbagai elemen masyarakat sangat krusial untuk menjaga ketersediaan stok di UDD PMI Kabupaten Jember,” ungkapnya.
Berdasarkan data rekapitulasi panitia pelaksana kegiatan pada Jumat (28 Agustus 2026), tercatat total pendaftar calon pendonor mencapai 27 orang dengan rincian: pendonor yang berhasil mendonorkan darah 18 orang. Batal mendonorkan darahnya 8 orang. Gagal dalam pengambilan darah (Gatap) 1 orang
Adapun rincian indikator penolakan calon pendonor meliputi kadar HB rendah (< 12,5 gr/dl) 4 orang tekanan darah rendah (TD Rendah) 2 orang. Tekanan darah tinggi (TD Tinggi) 1 orang. Kondisi menstruasi 1 orang dan gagal pengambilan darah (Gatap) 1 orang. (*)
