KRISIS AIR BERSIH TERUS MELUAS, TIM TANGGAP DARURAT PMI JEMBER TURUN TANGAN CEK WARGA TERDAMPAK KEKERINGAN DI NEW RENGGANIS RESIDENCE

KRISIS AIR BERSIH TERUS MELUAS, TIM TANGGAP DARURAT PMI JEMBER TURUN TANGAN CEK WARGA TERDAMPAK KEKERINGAN DI NEW RENGGANIS RESIDENCE

PMI JEMBER — Dampak musim kemarau kian dirasakan masyarakat. Tim Tanggap Darurat Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Jember kembali bergerak cepat melakukan asesmen lapangan menyusul laporan krisis air bersih di Perumahan New Rengganis Residence (RT 2 / RW 12, Lingkungan Jambuan, Kelurahan Antirogo, Kecamatan Sumbersari) pada Kamis (27/8). 

Berdasarkan data asesmen yang dihimpun oleh personel KSR PMI Kabupaten Jember, kekeringan ini berdampak secara langsung pada 270 Kepala Keluarga (KK) di kawasan perumahan tersebut. 

Dalam peninjauan yang berlangsung pukul 12.15 hingga 14.10 WIB, petugas mendapati bahwa sumur-sumur warga sudah sangat sulit mengeluarkan air. Sebelum dilanda kekeringan, warga mengandalkan fasilitas sumur bor dari pengembang perumahan. 


Kini, untuk memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari, warga terpaksa mengandalkan sumber air dari Masjid Al-Istiqomah yang berada di lingkungan sekitar. Di lokasi juga telah tersedia satu unit tandon milik warga berkapasitas 1.200 liter sebagai cadangan terbatas. 

“Dua personel KSR PMI Kabupaten Jember, Andre Ferdiansyah dan Presi Yudistira, yang didampingi oleh Ketua RT setempat Farid, telah merampungkan proses asesmen meski sempat terkendala struktur sumur bor warga yang tertutup,” kata Zainollah, ketua PMI Kab Jember yang menerima laporan dari Markas PMI kabupaten Jember. 

Sebagai tindak lanjut dari laporan asesmen ini, Markas PMI Kabupaten Jember menyiapkan langkah strategis berikutnya yaitu PMI Kabupoaten Jmeber menyiapkan penyusunan rencana aksi. Yaitu menyiapkan distribusi air bersih sambil menunggu keputusan dan disposisi resmi dari PMI Kabupaten Jember. 

Markas PMI Kabupaten Jember mempersiapkan tim relawan yang akan diterjunkan langsung ke lokasi. PMI Kabupaten Jember juga melakukan koordinasi lintas sector. Membangun komunikasi intensif bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta pengurus RW dan kelurahan Antirogo guna mematangkan jadwal dan mekanisme penyaluran bantuan air bersih. Langkah responsif ini diharapkan dapat segera meringankan beban ratusan warga terdampak yang tengah menghadapi krisis air bersih di tengah musim kering. (*)