PMI JEMBER – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Jember terus bergerak aktif dalam Operasi Tanggap Darurat Bencana Kekeringan. Pada Minggu, 12 Juli 2026, tim penanggulangan bencana PMI Jember menerjunkan personelnya untuk melakukan asesmen langsung guna memantau sisa debit air pada tandon-tandon penampungan darurat yang tersebar di pemukiman warga terdampak. Asesmen kali ini difokuskan di RT 003/RW 013 Dusun Bunder, Desa Sumber Pinang, Kecamatan Pakusari Kbaupaten Jember.
Menggunakan dua unit kendaraan bermotor untuk mobilitas cepat, petugas PMI menyisir enam tandon penampungan utama guna memastikan pasokan air bersih bagi warga tetap terjaga. Melalui laporan resmi dari petugas pelapor PMI Kabupaten Jember, Doni Wira Prakasa Putra Kesuma, diketahui bahwa dari total kapasitas keseluruhan enam tandon yang mencapai 7.000 liter (terdiri dari 2 tandon berkapasitas 1.100 liter dan 4 tandon berkapasitas 1.200 liter), saat ini total akumulasi air yang tersisa berada di angka sekitar 2.300 liter.

"Artinya, sekitar 4.700 liter atau setara 67 persen dari pasokan air terakhir telah digunakan oleh warga. Saat monitoring dilakukan, kondisi persediaan air memang masih mencukupi untuk sementara, tetapi belum bisa dikatakan aman untuk jangka panjang," tulis Doni dalam laporan hariannya.
Berdasarkan pemeriksaan fisik di lapangan, berikut adalah rincian sisa volume air pada masing-masing tendon, tandon 1 (Bu RW) Sisa 100 liter, tandon 2 (Bu Sandra) sisa 500 liter. Tandon 3 (Bu Nurul Hayati) sisa 700 liter, tandon 4 (Bu Amel) ssa 100 liter, tandon 5 (Bu Fitria) sisa 200 liter dan tandon 6 (Bu Isti) Sisa 600 liter.
Hasil evaluasi tim PMI menunjukkan adanya dinamika konsumsi air yang menantang. Di satu sisi, situasi relatif terkendali karena tidak ada tandon yang benar-benar kosong, dan mayoritas warga sudah sempat mengambil stok air ke wadah rumah masing-masing untuk kebutuhan memasak. Selain itu, pada siang hari, suasana pemukiman cenderung sepi karena mayoritas warga yang bermata pencaharian sebagai petani dan pemulung di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sedang pergi bekerja.

Namun di sisi lain, tingginya mobilitas kerja warga ini sempat menyulitkan petugas untuk melakukan asesmen wawancara secara langsung. Tak hanya itu, penyusutan air terjadi cukup signifikan lantaran air bersih tidak hanya dipakai untuk memasak, melainkan juga untuk aktivitas mandi dan mencuci. Hal ini memicu penurunan volume air yang drastis, terutama pada Tandon 1 dan Tandon 4 yang kritis karena menyisakan 100 liter saja.
Menyikapi kondisi tersebut, PMI Kabupaten Jember telah merumuskan sejumlah solusi taktis serta rencana tindak lanjut untuk hari esok. Prioritas utama adalah melakukan penjadwalan ulang distribusi pengiriman air bersih sebelum tandon-tandon kritis tersebut kosong sepenuhnya.
“Guna memastikan kelancaran operasi, PMI Jember akan memperketat koordinasi dengan pemerintah desa setempat, pengelola lokasi, dan pihak terkait,” kata ketua PMI kabupaten Jember Zainollah. Tak kalah penting, PMI juga berkomitmen untuk terus memantau penggunaan air secara berkala serta mengedukasi warga Dusun Bunder agar lebih bijak, hemat, dan memprioritaskan air bersih untuk kebutuhan pokok terlebih dahulu demi menjaga ketahanan pasokan di tengah musim kemarau. (*)
