PMI JEMBER – Satuan Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (Sibat) Desa Puger Wetan, Kecamatan Puger, Kabupaten Jember, semakin aktif mengedukasi masyarakat tentang kesiapsiagaan menghadapi bencana. Ancaman gempa bumi dan tsunami menjadi perhatian utama dalam kegiatan yang dikemas secara edukatif, meriah, dan penuh kebersamaan.
Kegiatan yang berlangsung di Balai Desa Puger Wetan, Minggu (18/10/2026), tersebut diisi dengan senam sehat, sosialisasi kebencanaan, edukasi pertolongan pertama, lomba pertolongan pertama (PP), hingga fun game untuk anak-anak. Suasana semakin semarak dengan hiburan dan pembagian berbagai hadiah menarik bagi masyarakat yang mengikuti kegiatan.

Kegiatan ini menjadi salah satu upaya Sibat Puger Wetan untuk mendekatkan edukasi kebencanaan kepada masyarakat melalui pendekatan yang menyenangkan. Dengan demikian, kesiapsiagaan tidak hanya menjadi pengetahuan, tetapi juga diharapkan tumbuh sebagai kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari.
Ketua PMI Kabupaten Jember, Zainollah, bersama jajaran Dewan Kehormatan PMI Kabupaten Jember, memantau langsung pelaksanaan kegiatan tersebut. Turut hadir Ketua Dewan Kehormatan PMI Kabupaten Jember, Winarto, serta Nur Rizal Arif, Ratna Ekatanti.
Kegiatan ini juga melibatkan Wakil Ketua Sibat Puger Wetan, Suwanto, Kepala Desa Puger Wetan, Inwan, serta Kaori Omura dari Japanese Red Cross Society (JRCS).

Dukungan pemerintah desa menjadi bagian penting dalam mendorong partisipasi masyarakat. Berbagai hadiah hiburan atau doorprize disediakan untuk menambah antusiasme warga mengikuti rangkaian kegiatan hingga selesai.
Desa Puger Wetan yang berada di kawasan pesisir memiliki kepentingan besar dalam meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana, terutama gempa bumi dan tsunami. Pengetahuan mengenai langkah penyelamatan diri, pertolongan pertama, serta respons awal saat terjadi keadaan darurat menjadi bekal penting bagi masyarakat.
Melalui lomba pertolongan pertama, misalnya, peserta diajak mengenal praktik penanganan awal terhadap korban dalam situasi darurat. Sementara itu, permainan edukatif bagi anak-anak menjadi sarana memperkenalkan pengetahuan kebencanaan sejak dini dengan cara yang lebih mudah dipahami.

Kehadiran PMI Kabupaten Jember, pemerintah desa, serta dukungan JRCS diharapkan semakin memperkuat kegiatan pengurangan risiko bencana berbasis masyarakat di Puger Wetan.
Bagi Sibat Puger Wetan, kesiapsiagaan bukan sekadar kegiatan seremonial. Edukasi yang dilakukan secara berkelanjutan diharapkan mampu membangun masyarakat yang lebih tanggap, memahami risiko di lingkungannya, serta mengetahui tindakan yang tepat ketika bencana terjadi.
Dengan menggabungkan edukasi, olahraga, perlombaan, dan hiburan, Sibat Puger Wetan menunjukkan bahwa meningkatkan kesadaran siaga bencana dapat dilakukan dengan cara yang dekat dengan kehidupan masyarakat serius dalam pesan, tetapi menyenangkan dalam pelaksanaan. (*)
