PMI JEMBER – Tim Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (Sibat) Desa Kepanjen terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung ketersediaan stok darah di Kabupaten Jember. Tak hanya aktif di wilayahnya sendiri, Sibat Desa Kepanjen merambah hingga ke pelosok desa tetangga untuk mensosialisasi dan mengajak masyarakat mendonorkan darahnya demi kemanusiaan.
Salah satu aksi nyata tersebut diwujudkan melalui kegiatan donor darah yang digelar di Balai Desa Paseban pada Sabtu (24/10/2026). Kegiatan ini menjadi bukti sinergi antardesa dalam memperkuat jaringan sukarelawan kemanusiaan di tingkat tapak. Aksi kemanusiaan ini bentuk sineri SIbat Desa Kepanjen dengan Perangkat Desa Kapanjen.
Ketua Sibat Desa Kepanjen, H. Muklas, menyampaikan bahwa sosialisasi donor darah secara masif hingga ke pelosok desa sangat penting untuk menghapus keraguan serta membangun kepedulian bersama. "Donor darah bukan sekadar kegiatan rutin, melainkan wujud kepedulian nyata untuk menyelamatkan nyawa sesama. Kami di Sibat Desa Kepanjen berkomitmen untuk terus bergerak, mensosialisasi, dan mengedukasi masyarakat hingga ke pelosok desa agar tidak ragu mendonorkan darahnya," ujar H. Muklas.

Sibat Desa Kepanjen dalam menggerakkan masyarakat mendapat apresiasi setinggi-tingginya dari Pengurus Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Jember. Ketua PMI Kabupaten Jember, Zainollah, menegaskan pentingnya peran kader Sibat sebagai ujung tombak pelayanan kemanusiaan di lapangan. "Sibat Desa Kepanjen telah menunjukkan peran aktif yang luar biasa. Edukasi donor darah hingga ke pelosok desa seperti ini sangat membantu menjaga kesinambungan stok darah di PMI Jember. Sinergi antarwilayah seperti di Desa Paseban ini patut menjadi contoh bagi desa-desa lainnya," tutur Zainollah.
Dalam pelaksanaan donor darah di Balai Desa Paseban tersebut, tercatat sebanyak 14 calon pendonor hadir di lokasi. “Berdasarkan informasi kehadiran, seluruh warga yang datang tersebut mengaku mendapatkan informasi kegiatan dari teman maupun contact person (CP) yang disebarkan oleh tim penyelenggara,” kata Sukamid, kepala Desa Kepanjen.
Dari total pendaftar, petugas PMI berhasil mengumpulkan 10 kantong (kolf) darah. Sementara itu, 3 calon pendonor dinyatakan batal mendonor, dan 1 orang tidak dapat memenuhi syarat medis (gagal) akibat kadar Hemoglobin (HB) rendah di bawah standar minimal 12,5 Gr/dl. Meski capaian belum memenuhi target awal sebanyak 50 kolf, antusiasme warga yang hadir menjadi pijakan awal yang positif.
“Sibat Desa Kepanjen menunjukkan berkomitmen untuk terus mengintensifkan edukasi dan sosialisasi kebencanaan sekaligus partisipasi masyarakat di pelosok desa dalam kegiatan donor darah,” kata ketua PMI Kabupaten Jember Zainollah. (*)
