SEKOLAH JADI SUMBER PENDONOR PEMULA, PMR WIRA SMKN 2 JEMBER SUMBANG 28 KANTONG DARAH LEWAT AKSI KEMANUSIAAN DONOR DARAH

SEKOLAH JADI SUMBER PENDONOR PEMULA, PMR WIRA SMKN 2 JEMBER SUMBANG 28 KANTONG DARAH LEWAT AKSI KEMANUSIAAN DONOR DARAH

PMI JEMBER — Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) kembali membuktikan peran strategisnya sebagai lumbung pendonor darah pemula. Kali ini, Palang Merah Remaja (PMR) Wira SMKN 2 Jember sukses menggelar aksi kemanusiaan donor darah yang bertempat di lingkungan sekolah pada Rabu, 29 Juli 2026. Banyak pendaftar dari SMKN 2 Jember baru berusia 17 tahun, batas usia minimal untuk bisa ikut donor darah. 

Kegiatan sosial ini mendapat sambutan antusias dari para siswa dan warga sekolah. Berdasarkan rekapitulasi akhir kegiatan, aksi ini berhasil menghimpun total 28 kantong darah yang siap disalurkan untuk memenuhi kebutuhan stok darah di Kabupaten Jember.


Meski demikian, dari total pendaftar yang hadir, terdapat 13 orang calon pendonor yang terpaksa ditunda atau dibatalkan karena belum memenuhi syarat kesehatan. Adapun rincian indikator penolakan calon pendonor antara lain karena Kadar Hemoglobin (HB) rendah (< 12,5 gr/dl) 5 orang, Tekanan darah (TD) rendah 2 orang, saedang menstruasi 2 orang. Kemudian Pulang sebelum donor/lain-lain 2 orang, Riwayat minum obat 1 orang dan sedang sakit flu 1 orang

Pembina PMR Wira SMKN 2 Jember, Indri, S.Pd., menyampaikan rasa bangganya atas kepedulian tinggi yang ditunjukkan oleh para siswa. Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk membantu ketersediaan stok darah di PMI. “Tetapi juga sebagai sarana edukasi dini bagi para pelajar untuk menumbuhkan jiwa sosial dan kepedulian terhadap sesama sejak usia sekolah,’ tutur Indri. 

Sementara itu, Ketua PMI Kabupaten Jember, Zainollah, S.Pd., memberikan apresiasi tinggi kepada SMKN 2 Jember yang secara konsisten aktif melahirkan pendonor-pendonor darah pemula. Pihaknya menegaskan bahwa keterlibatan sekolah melalui PMR Wira sangat vital dalam menjaga kesinambungan stok darah, mengingat kalangan pelajar adalah estafet penting dalam gerakan kemanusiaan di masa depan. (*)