BONUS MINYAK GORENG, KAMPUNG DONOR KARANG DUREN BALUNG KEMBALI SUMBANG 34 KANTONG DARAH KE UDD PMI

BONUS MINYAK GORENG, KAMPUNG DONOR KARANG DUREN BALUNG KEMBALI SUMBANG 34 KANTONG DARAH KE UDD PMI

PMI JEMBER — Semangat warga Kampung Donor Karang Duren, Kecamatan Balung, Kabupaten Jember, untuk menjaga ketersediaan stok darah kembali dibuktikan. Melalui kegiatan donor darah yang digelar di Balai Desa Karang Duren, Selasa (15/9/2026), sebanyak 34 kantong darah berhasil dikumpulkan untuk disalurkan ke Unit Donor Darah (UDD) PMI Kabupaten Jember.

Kegiatan tersebut menargetkan 50 kantong darah. Antusiasme warga cukup tinggi, meski dari total calon pendonor terdapat 12 orang yang belum dapat mendonorkan darahnya karena berbagai alasan medis maupun kondisi kesehatan.

Penggerak pendonor Kampung Donor Karang Duren, Titin, mengatakan kegiatan donor darah tersebut menjadi salah satu upaya rutin warga untuk membantu sesama sekaligus menjaga ketersediaan stok darah di UDD PMI Kabupaten Jember.


Menariknya, kegiatan donor darah kali ini juga diwarnai pemberian bonus minyak goreng bagi para pendonor. Apresiasi tersebut menjadi salah satu bentuk dukungan agar semakin banyak warga yang terdorong untuk ikut menjadi relawan pendonor darah.

“Yang paling penting bukan bonusnya, tetapi kepedulian warga untuk membantu orang lain melalui donor darah. Kami terus mengajak warga agar rutin donor darah,” ujar Titin.

Ketua PMI Kabupaten Jember, Zainollah, mengapresiasi konsistensi warga Karang Duren yang terus bergerak menjaga stok darah. Menurutnya, keberadaan kampung-kampung donor sangat membantu PMI dalam memenuhi kebutuhan darah bagi masyarakat yang membutuhkan.

“Donor darah adalah bentuk kepedulian yang nyata. Satu kantong darah yang disumbangkan dapat menjadi sangat berarti bagi pasien yang membutuhkan transfusi,” kata Zainollah.

Ia menambahkan, PMI Kabupaten Jember terus mendorong munculnya komunitas dan kampung donor di berbagai wilayah. Semakin banyak masyarakat yang rutin mendonor, semakin kuat pula ketersediaan stok darah untuk kebutuhan rumah sakit dan pasien di Jember.

Dalam kegiatan tersebut, dari 12 calon pendonor yang batal mendonor, tercatat 3 orang memiliki kadar Hb rendah, 6 orang tekanan darah tinggi, 1 orang sedang mengonsumsi obat, serta masing-masing 1 orang karena sakit dan pulang.

Zainollah berharap kegiatan seperti di Karang Duren tidak berhenti sebagai kegiatan sesaat. Ia mengajak warga yang memenuhi syarat kesehatan untuk menjadikan donor darah sebagai kebiasaan rutin.

“Setetes darah sangat berarti bagi kehidupan. Mari terus bergerak bersama, karena kebutuhan darah tidak mengenal waktu,” pungkasnya.

Kegiatan donor darah Kampung Donor Karang Duren ini sekaligus mempertegas peran masyarakat dalam mendukung PMI menjaga ketersediaan darah, terutama bagi pasien yang membutuhkan transfusi secara cepat dan berkelanjutan. (*)