PMI Jember Kirim Relawan Terbaik Ikuti Pelatihan Tanggap Darurat Bencana Selama 8 Hari

PMI Jember Kirim Relawan Terbaik Ikuti Pelatihan Tanggap Darurat Bencana Selama 8 Hari

PMI JEMBER – Menghadapi potensi meningkatnya risiko bencana memasuki musim hujan, Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Jember terus memperkuat kapasitas sumber daya relawannya. Salah satunya dengan mengirimkan Nur Alfiah, relawan KSR  PMI Unmuh Jember, untuk mengikuti Pelatihan Manajemen Tanggap Darurat Bencana (MTDB) yang digelar PMI Jawa Timur.

Pelatihan tersebut berlangsung selama kurang lebih delapan hari, mulai 9 hingga 16 September 2026, di Puslat PMI Jawa Timur, Kabupaten Gresik. Kegiatan diikuti para relawan dari PMI kabupaten/kota se-Jawa Timur.

Ketua PMI Kabupaten Jember Zainollah mengatakan, pengiriman relawan mengikuti pelatihan MTDB merupakan bagian dari upaya PMI Jember meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi berbagai kemungkinan bencana, khususnya menjelang musim hujan.


Menurutnya, relawan tidak cukup hanya memiliki semangat kemanusiaan, tetapi juga harus dibekali pengetahuan, keterampilan dan kemampuan teknis dalam penanganan situasi darurat.

“PMI Jember selalu berupaya meningkatkan kapasitas relawan. Pelatihan seperti MTDB ini sangat penting agar ketika terjadi bencana, relawan benar-benar siap menjalankan tugas kemanusiaan secara profesional,” ujar Zainollah.

Ia menambahkan, Nur Alfiah dipilih untuk mewakili PMI Kabupaten Jember karena dinilai memiliki kapasitas dan pengalaman sebagai relawan PMI.

Pelatihan MTDB tersebut terdiri atas lima hari pembelajaran teori dan tiga hari simulasi. Para peserta mendapatkan materi dari para fasilitator yang memiliki kompetensi dan pengalaman di bidang kebencanaan serta tanggap darurat.


“Harapannya, ilmu yang diperoleh Alfi selama pelatihan bisa ditularkan kepada relawan lainnya di Jember. Dengan begitu, kapasitas relawan PMI Jember semakin kuat dan siap menghadapi berbagai kondisi darurat,” katanya.

Sementara itu, Nur Alfiah mengaku bersyukur mendapat kesempatan mengikuti pelatihan tersebut. Ia mengatakan, kegiatan MTDB memberikan pengalaman baru sekaligus tantangan untuk meningkatkan kemampuan sebagai relawan kemanusiaan.

“Di sini kami tidak hanya mendapatkan teori, tetapi juga mengikuti simulasi sehingga bisa belajar bagaimana mengambil keputusan dan bertindak dalam situasi tanggap darurat,” kata Alfi.

Menariknya, dalam pelatihan tersebut Alfi menjadi salah satu peserta termuda. Kondisi itu justru menjadi motivasi baginya untuk belajar lebih banyak dari para peserta dan fasilitator yang memiliki pengalaman di bidang kebencanaan.

“Menjadi peserta termuda tentu menjadi tantangan tersendiri. Saya ingin memanfaatkan kesempatan ini untuk belajar sebanyak-banyaknya dan membawa ilmu yang saya dapat untuk PMI Jember,” ungkapnya.

Selain mengikuti rangkaian pelatihan hingga 16 September, para peserta juga dijadwalkan mengikuti upacara peringatan HUT PMI pada 17 September 2026.

PMI Kabupaten Jember berharap keikutsertaan satu relawan dalam pelatihan MTDB ini dapat menjadi investasi penting dalam memperkuat kesiapsiagaan organisasi, sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kemanusiaan kepada masyarakat ketika bencana terjadi. (*)