PMI JEMBER - Keluarga besar Pondok Pesantren Nurul Islam (PP Nuris) di Kelurahan Antirogo, Kecamatan Sumbersari, Jember, Kamis (10/09) berhasil menyumbangkan 36 kantong darah dalam aksi kemanusiaan donor darah kolaborasi dengan Unit Donor Darah PMI Kabupaten Jember.
Donor darah digelar di Aula SMK Nuris dengan melibatkan pengurus yayasan, santri, siswa dan guru. Bahkan aksi kemanusiaan tersebut mendapat perhatian langsung dari jajaran pengurus PMI Kabupaten Jember.

"Kegiatan donor darah di lingkungan pondok pesantren ini merupakan upaya membangun kesadaran generasi muda agar peduli terhadap kemanusiaan. Kami mengapresiasi Pondok Pesantren Nuris yang menggerakkan yayasan, guru, santri, dan siswa untuk ikut menjadi bagian dari penyelamatan nyawa melalui donor darah," ujar Zainollah, Ketua PMI Jember di sela diskusinya bersama pihak pesantren.
Sementara itu, Majelis Pengasuh sekaligus Kepala SMP Nuris Jember, Gus Rahmatulloh Rijal, menegaskan bahwa aksi donor darah merupakan bagian penting dari kurikulum pendidikan karakter di lingkungan PP Nuris Jember. Menurutnya, santri wajib memiliki keseimbangan antara bekal agama, akademik, dan kepekaan sosial.

"Donor darah mengajarkan kepada santri bahwa membantu sesama bisa dilakukan dengan berbagai cara. Setetes darah yang diberikan sangat berarti bagi orang lain yang membutuhkan," tutur Gus Rahmatulloh.
Pengalaman berharga juga dirasakan oleh Fifi, salah satu santri MA Nuris Jember yang menjadi pendonor pemula. Ia mengaku sempat tegang sebelum jarum donor disuntikkan ke lengannya.
"Awalnya merasa takut, tetapi setelah mencoba ternyata tidak seperti yang dibayangkan. Saya senang bisa ikut membantu orang lain," ungkap Fifi.

Melalui kesuksesan agenda ini, PMI Jember berharap donor darah di lingkungan pondok pesantren Nuris dapat diadopsi secara masif oleh lembaga pendidikan lainnya guna mencetak generasi muda yang responsif terhadap aksi-aksi kemanusiaan.(*)
