PMI JEMBER – Memperingati Hari Santri Nasional, Pondok Pesantren (Ponpes) Al Qodiri menggelar aksi kemanusiaan donor darah pada Kamis (22/10/2026). Kegiatan ini menjadi salah satu wujud kepedulian terhadap sesama sekaligus upaya membantu memenuhi kebutuhan stok darah bagi masyarakat yang membutuhkan.
Dalam kegiatan yang bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Jember tersebut, panitia menargetkan terkumpul sebanyak 50 kantong darah. Hingga kegiatan berlangsung, tercatat 15 kantong darah berhasil dihimpun dari 20 pendonor yang hadir, sementara lima orang belum dapat mendonorkan darahnya karena sejumlah alasan medis dan kondisi fisik.
Ketua PMI Kabupaten Jember, Zainollah, mengapresiasi penyelenggaraan aksi donor darah di lingkungan pesantren. Menurutnya, peringatan Hari Santri dapat menjadi momentum untuk memperkuat semangat pengabdian dan kepedulian sosial, tidak hanya melalui kegiatan keagamaan, tetapi juga aksi nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat luas.

“Donor darah merupakan aksi kemanusiaan yang sangat berarti. Setiap kantong darah yang berhasil dikumpulkan berpotensi membantu menyelamatkan nyawa pasien yang membutuhkan transfusi darah,” demikian pesan yang sejalan dengan semangat kegiatan tersebut.
Zainollah berharap kegiatan donor darah di lingkungan pesantren terus berkembang dan menjadi bagian dari budaya kepedulian sosial para santri. Keterlibatan pesantren dinilai penting untuk memperluas jangkauan edukasi donor darah sekaligus menumbuhkan kesadaran generasi muda mengenai pentingnya membantu sesama.
Dalam pelaksanaan donor darah di Ponpes Al Qodiri, terdapat sejumlah calon pendonor yang belum dapat mendonorkan darahnya. Berdasarkan catatan kegiatan, dua orang memiliki kadar hemoglobin (HB) rendah di bawah 12,5 gram per desiliter, satu orang memiliki kadar HB tinggi, serta dua orang mengalami kurang istirahat.
Pemeriksaan kesehatan sebelum donor merupakan prosedur penting untuk memastikan keselamatan pendonor sekaligus menjaga kualitas darah yang akan digunakan bagi pasien. Karena itu, calon pendonor yang belum memenuhi persyaratan dianjurkan menjaga kondisi tubuh dan kembali mengikuti kegiatan donor darah apabila telah memenuhi ketentuan medis.
Dari sisi informasi kehadiran, sebanyak 20 pendonor mengetahui kegiatan tersebut melalui informasi dari teman atau contact person (CP). Hal ini menunjukkan bahwa komunikasi antarteman dan jaringan relasi masih menjadi salah satu sarana penting untuk mengajak masyarakat berpartisipasi dalam aksi donor darah.
Peringatan Hari Santri Nasional melalui aksi donor darah di Ponpes Al Qodiri menjadi pengingat bahwa semangat santri dapat diwujudkan dalam berbagai bentuk pengabdian. Selain memperkuat nilai keagamaan, kegiatan kemanusiaan juga menjadi sarana menanamkan kepedulian, solidaritas, dan semangat gotong royong.
PMI Kabupaten Jember berharap semakin banyak lembaga pendidikan, pesantren, komunitas, dan organisasi masyarakat yang terlibat aktif dalam kegiatan donor darah secara rutin. Dengan partisipasi bersama, ketersediaan stok darah di Kabupaten Jember diharapkan dapat terus terjaga untuk membantu pasien yang membutuhkan.
Melalui aksi sederhana seperti donor darah, semangat Hari Santri Nasional tidak hanya diperingati melalui seremoni, tetapi juga diwujudkan dalam tindakan nyata yang membawa manfaat bagi kehidupan sesama. (*)
