PMI JEMBER – Suasana di Markas Palang Merahu Indonesia (PMI) Kabupaten Jember tampak berbeda dan jauh lebih ramai dari biasanya pada Rabu8 pagi (15/7/2026). Puluhan siswa berkebutuhan khusus dari jenjang SDLB, SMPLB, dan SMALB Tunagrahita berkumpul dengan penuh antusias untuk mengikuti rangkaian hari ketiga Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).
Kegiatan MPLS SLB-C ini diawali dengan senam ceria bersama di lapangan terbuka. Dengan gerakan yang energik namun penuh kesabaran, para guru memandu jalannya senam di barisan depan. Gelak tawa dan tepuk tangan riuh dari para siswa mewarnai setiap gerakan, menciptakan atmosfer yang inklusif dan penuh kegembiraan.
Tak berhenti di senam sehat, keseruan berlanjut ke agenda utama yang paling dinanti yaitu memetik mentimun. Lapangan Markas PMI Jember yang sebelumnya disulap menjadi lahan produktif mini kini dipenuhi buah timun yang siap panen. Menariknya, tanaman mentimun ini merupakan hasil karya nyata kolaborasi antara siswa dan guru jauh sebelum tahun ajaran baru dimulai.

Satu per satu siswa, didampingi oleh para guru, belajar mengenali mentimun yang sudah matang dan memetiknya langsung dari pohonnya. Kegiatan ini sengaja dirancang untuk melatih motorik halus, kemandirian, serta memberikan rasa percaya diri kepada anak-anak bahwa mereka mampu berkarya.
Kepala Sekolah (Kasek) SDLB, SMPLB, dan SMALB Tunagrahita, Tutik Pudjiastuti, menambahkan bahwa kegiatan MPLS kali ini sengaja dibawa ke luar ruang kelas untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih konkret dan menyenangkan bagi anak-anak tunagrahita. "Kami ingin MPLS ini tidak hanya sekadar pengenalan sekolah, tetapi juga menjadi wadah edukasi alam yang melatih kemandirian mereka. Kegiatan bertani seperti menanam hingga memetik timun ini melatih kesabaran, fokus, dan koordinasi motorik mereka. Melihat senyum dan rasa bangga mereka saat berhasil memetik hasil tanamannya sendiri adalah kebahagiaan luar biasa bagi kami para guru," ujar Tutik.
Melalui sinergi bersama PMI Kabupaten Jember, MPLS tahun ini sukses memberikan kesan mendalam bagi para siswa baru. Kegiatan ini membuktikan bahwa keterbatasan bukan penghalang bagi anak-anak berkebutuhan khusus untuk tetap aktif, produktif, dan bergembira menyambut masa depan sekolah yang baru. (*)
