UDD PMI Kian Aktif Goes To School, Kali Ini Sukses Himpun 20 Kantong Darah Di SMAN 4 Jember

UDD PMI Kian Aktif Goes To School, Kali Ini Sukses Himpun 20 Kantong Darah Di SMAN 4 Jember

PMI JEMBER – Upaya membudayakan donor darah sejak dini terus digencarkan oleh Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Jember. Melalui Unit Donor Darah (UDD), PMI kembali menggelar program Goes to School yang berlangsung penuh antusiasme di SMAN 4 Jember, Jumat (7/8/2026).

Dalam aksi kemanusiaan tersebut, tim UDD PMI Kabupaten Jember berhasil mengumpulkan sebanyak 20 kantong darah sehat dari kalangan siswa dan warga sekolah yang memenuhi syarat medis.


Ketua PMI Kabupaten Jember, Zainollah, memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada pihak SMAN 4 Jember yang telah memfasilitasi dan mendukung penuh jalannya kegiatan ini. Menurutnya, edukasi serta pembentukan karakter kepedulian sosial harus ditanamkan sejak usia sekolah. "Program PMI Goes to School ini bukan sekadar mengejar target pemenuhan stok darah, tetapi juga sarana edukasi bagi generasi muda. Kita ingin menumbuhkan rasa empati dan jiwa kemanusiaan para siswa sejak dini. Menjadi pendonor pemula adalah langkah awal yang sangat mulia untuk membantu sesama," ujar Zainollah.

Sementara itu, Kepala UDD PMI Kabupaten Jember, dr. M. Agus Burhansyah, menjelaskan bahwa dari keseluruhan calon pendonor yang mendaftar, terdapat 20 orang yang dinyatakan lolos dan berhasil mendonasikan darahnya. Sementara itu, 10 calon pendonor lainnya harus ditunda atau dibatalkan karena tidak memenuhi kriteria teknis medis saat tahap screening (pemeriksaan awal).


"Prosedur ketat wajib kita terapkan demi keselamatan pendonor maupun penerima donor. Dari hasil pemeriksaan medis di lapangan, ada 10 calon pendonor yang terpaksa belum bisa diambil darahnya," jelas dr. M. Agus Burhansyah.

Berdasarkan data teknis UDD PMI Kab. Jember, rincian indikator penolakan calon pendonor di SMAN 4 Jember mencakup, Kadar Hemoglobin (HB) Rendah (< 12,5 Gr/dl) 6 orang. Tensi Rendah (Hipotensi) 1 orang.  Tensi Tinggi (Hipertensi) 1 orang. Kondisi Khusus (Sedang Menstruasi) 1 orang.


dr. M. Agus Burhansyah menambahkan, tingginya angka penolakan akibat HB rendah atau tekanan darah yang belum stabil merupakan hal yang wajar ditemui pada pendonor pemula di tingkat sekolah. PMI tetap memberikan edukasi kesehatan agar para siswa yang belum lolos bisa memperbaiki pola istirahat dan nutrisi harian mereka, sehingga dapat berpartisipasi kembali pada kesempatan berikutnya.

Kegiatan donor darah Goes to School ini diharapkan dapat terus berlanjut ke sekolah-sekolah lain di wilayah Kabupaten Jember guna menjaga ketersediaan stok darah secara berkelanjutan serta mencetak regenerasi pendonor aktif di masa depan. (*)