SMPN 3 Puger Gelar Festival Kesiapsiagaan,  Dari Simulasi Tsunami Hingga Adu Kreativitas Yel-Yel

SMPN 3 Puger Gelar Festival Kesiapsiagaan, Dari Simulasi Tsunami Hingga Adu Kreativitas Yel-Yel

PMI JEMBER – Terletak di wilayah yang bersentuhan langsung dengan garis pantai selatan, SMPN 3 Puger terus memperkuat benteng pertahanan melalui edukasi kebencanaan. Pada Jumat (30/1) hingga Sabtu (31/1/2026), sekolah ini sukses menggelar Festival Kesiapsiagaan Sekolah yang melibatkan seluruh warga sekolah.

Rangkaian acara dimulai pada Jumat, 30 Januari 2026, dengan pelaksanaan simulasi gempa bumi dan tsunami. Dalam simulasi tersebut, para siswa dan guru mempraktikkan prosedur penyelamatan diri saat gempa terjadi hingga langkah evakuasi cepat menuju titik aman guna menghindari ancaman gelombang tsunami.

Kemeriahan berlanjut pada hari kedua, Sabtu, 31 Januari 2026. Festival ini diisi dengan berbagai kompetisi unik yang bertujuan untuk menguji pengetahuan serta kreativitas siswa dalam memahami mitigasi bencana, di antaranya, Lomba Teka-Teki Silang (TTS) Bencana untuk  menguji ketajaman wawasan seputar istilah dan prosedur keselamatan.

Kemudian Lomba Yel-Yel Kebencanaan untuk membangun semangat dan kekompakan dalam menyuarakan pesan siaga bencana.

Terakhir Lomba Video Bencana untuk mengajak siswa memanfaatkan teknologi digital untuk membuat konten edukasi yang kreatif.

Kepala SMPN 3 Puger, Mohammad Solihin, menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat vital bagi siswa. "Mengingat posisi geografis kita, kesiapsiagaan adalah harga mati. Kami ingin siswa SMPN 3 Puger tidak hanya cerdas secara akademik, tapi juga tangguh dan sigap menghadapi potensi bencana," tegasnya.

Hadir meninjau langsung kegiatan tersebut, Ketua PMI Kabupaten Jember, Zainollah, memberikan apresiasi tinggi atas kolaborasi yang terjalin. Menurutnya, edukasi kebencanaan yang dikemas dalam bentuk festival seperti ini jauh lebih efektif bagi generasi muda.

"Kami sangat bangga dengan langkah SMPN 3 Puger. Edukasi melalui simulasi dan lomba seperti yel-yel maupun video ini membuat siswa lebih mudah menyerap informasi mitigasi. Ini adalah modal besar untuk mewujudkan masyarakat Jember yang tangguh bencana," ujar Zainollah.

Festival ini ditutup dengan pengumuman pemenang lomba, namun pesan utama yang ditekankan adalah bahwa setiap siswa kini telah menjadi "Duta Keselamatan" bagi diri sendiri, keluarga, dan lingkungan sekitarnya. (*)