Siswa Dan Guru SMAN 2 Tanggul Antusias Donor Darah, 31 Kantong Berhasil Dikumpulkan

Siswa Dan Guru SMAN 2 Tanggul Antusias Donor Darah, 31 Kantong Berhasil Dikumpulkan

PMI JEMBER – Semangat kemanusiaan ditunjukkan oleh keluarga besar SMAN 2 Tanggul pada Rabu (4/2/2026). Bekerja sama dengan Unit Donor Darah (UDD) PMI Kabupaten Jember, sekolah tersebut menggelar aksi donor darah sukarela yang diikuti oleh siswa, guru, hingga staf sekolah.

Dari aksi tersebut, tim medis berhasil mengumpulkan sebanyak 31 kantong darah yang siap didistribusikan bagi warga yang membutuhkan. Meskipun antusiasme cukup tinggi, tercatat ada 15 calon pendonor yang dinyatakan batal menyumbangkan darahnya setelah melewati proses skrining kesehatan yang ketat.


Ketelitian dalam proses pemeriksaan kesehatan menjadi prioritas utama untuk memastikan keselamatan pendonor maupun kualitas darah. Berdasarkan laporan hasil pemeriksaan di lokasi, terdapat beberapa indikator yang membuat 15 calon pendonor tersebut tertunda aksinya, antara lain karena faktor Tekanan Darah & HB. Penyebab terbanyak adalah rendahnya kadar Hemoglobin (HB < 12,5 Gr/dl) sebanyak 7 orang, disusul oleh tensi tinggi (2 orang), tensi rendah (2 orang), serta satu orang dengan kadar HB terlalu tinggi (>17 Gr/dl).

Sebanyak 2 orang gagal mendonor karena berat badan di bawah standar minimal 45 kg, dan 1 orang harus menunda karena alasan kurang istirahat/tunda medis lainnya.

Pihak PMI Jember memberikan apresiasi atas konsistensi SMAN 2 Tanggul dalam menyelenggarakan kegiatan ini. Mengingat sebagian besar calon pendonor adalah siswa, kegiatan ini juga menjadi ajang edukasi penting untuk menanamkan nilai kepedulian sosial sejak dini.

"Kesadaran untuk berbagi melalui donor darah di tingkat sekolah sangat luar biasa. Meski ada yang belum bisa mendonor hari ini karena faktor kesehatan seperti HB rendah atau kurang tidur, niat mereka sudah merupakan bentuk kontribusi yang besar," ujar ketua PMI Kab Jember Zainollah.

Kegiatan yang berlangsung sejak pagi hari ini berjalan dengan lancar dan tetap memperhatikan kenyamanan para siswa yang sedang menjalani proses belajar mengajar. (*)