PMI JEMBER – Korps Sukarela Palang Merah Indonesia (KSR PMI) Unit Universitas Muhammadiyah Jember sukses menggelar Musyawarah Kerja Tahunan (Muskerta) XIX pada 18–19 Juli 2026. Bertempat di Ruang Rapat Lantai 2 Gedung A Unmuh Jember, forum tertinggi organisasi ini dilaksanakan secara hybrid untuk mengevaluasi sekaligus merancang cetak biru program kerja kepengurusan baru yang lebih adaptif, profesional, dan berorientasi pada kemanusiaan.
Mengusung tema "Menguatkan Sinergi Organisasi dalam Merancang Program Kerja yang Adaptif, Profesional, dan Berorientasi Kemanusiaan," Muskerta XIX ini menjadi momentum krusial bagi penentuan arah gerak organisasi selama satu periode ke depan.

Ketua Umum KSR PMI Unit Unmuh Jember Periode 2025–2026, Adelya Putri, menegaskan bahwa usia ke-19 ini merupakan simbol kedewasaan organisasi dalam menghadapi tantangan kemanusiaan yang kian dinamis. "Usia ini adalah bukti kedewasaan organisasi sekaligus pengingat bahwa tantangan kemanusiaan di luar sana semakin kompleks. Saya mengajak seluruh peserta untuk menggunakan forum ini sebaik-baiknya. Mari sampaikan ide, kritik membangun, dan pemikiran visioner demi melahirkan program yang inovatif dan realistis," ujar Adelya dalam sambutannya.
Kegiatan strategis ini turut dihadiri oleh jajaran penting, di antaranya Narto, S.Tp., M.M. Ketua Bidang Penanggulangan Bencana PMI Kabupaten Jember yang mewakili Ketua PMI Kabupaten Jember, serta Dr. Ns. Cipto Susilo, M.Kep. selaku Pembina KSR PMI Unit Unmuh Jember. Hadir pula perwakilan UKM selingkungan Unmuh Jember serta delegasi KSR PMI se-Kabupaten Jember.

Dr. Ns. Cipto Susilo, M.Kep. menekankan bahwa Muskerta bukan sekadar rutinitas, melainkan wadah pematangan kepemimpinan. Dia berharap pengurus tetap menjaga kebersamaan dan meningkatkan profesionalisme demi memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Narto, S.Tp., M.M. mengapresiasi konsistensi KSR PMI Unmuh Jember yang terus menjalankan roda organisasi secara demokratis. Dia berharap program kerja yang tersusun mampu menjawab tantangan riil melalui penguatan kapasitas relawan dan kolaborasi erat bersama PMI Kabupaten Jember.
Selama dua hari penuh, dinamika persidangan berjalan produktif dan demokratis dengan mengedepankan asas musyawarah mufakat. Rangkaian agenda meliputi:
1. Penyampaian laporan pertanggungjawaban kepengurusan.
2. Evaluasi menyeluruh terhadap program kerja sebelumnya.
3. Pembahasan rancangan usulan program kerja per divisi.
4. Penetapan program kerja final untuk satu periode ke depan.
Melalui Muskerta XIX ini, KSR PMI Unit Universitas Muhammadiyah Jember berkomitmen untuk terus memperkuat tata kelola organisasi dan meningkatkan kualitas pelayanan kemanusiaan. Semangat sinergi yang kokoh diharapkan mampu melahirkan relawan yang profesional, berintegritas, dan selalu siap sedia hadir di tengah masyarakat dengan memegang teguh prinsip dasar Palang Merah dan Bulan Sabit Merah. (*)
