PMI JEMBER – Upaya penguatan ketangguhan desa dalam menghadapi potensi bencana terus diperkuat di wilayah pesisir. Tim Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (SIBAT) Desa Puger Wetan, Kecamatan Puger, melaksanakan penyusunan Standard Operating Procedure (SOP) dan Rencana Aksi Pengurangan Risiko Bencana (PRB), Jumat (19/12/2025).
Kegiatan strategis yang diikuti 25 orang anggota SIBAT
tersebut didampingi langsung oleh PMI Kabupaten Jember bekerja sama dengan
Japanese Red Cross Society (JRCS). Langkah ini diambil untuk memastikan Desa
Puger Wetan memiliki panduan taktis yang jelas saat terjadi situasi darurat
maupun dalam langkah preventif sehari-hari.
SOP yang disusun nantinya bukan sekadar dokumen administratif, melainkan instrumen penyelamat jiwa. "Penyusunan rencana aksi ini sangat vital. Kita memetakan risiko secara spesifik di Puger Wetan agar saat terjadi bencana, relawan SIBAT dan masyarakat sudah tahu siapa melakukan apa dan lewat jalur mana," jelas Gufron Evyan Efendi, sekretaris PMI Jember.

Pendampingan ini menjadi istimewa dengan kehadiran
perwakilan dari JRCS (Palang Merah Jepang). Keterlibatan JRCS bertujuan untuk
berbagi metodologi mitigasi bencana yang telah teruji secara internasional,
mengingat Jepang dan Indonesia memiliki kemiripan dalam karakteristik kerawanan
bencana alam.
Dalam pertemuan tersebut, tim SIBAT bersama para
narasumber membedah beberapa poin krusial, di antaranya Pemetaan Jalur Evakuasi
yang aman bagi warga di area padat penduduk, optimalisasi sistem peringatan
dini seperti menggunakan alat komunikasi tradisional dan modern di desa serta
pembagian tugas relawan yaitu memperjelas peran tim logistik, evakuasi, hingga
pertolongan pertama.
Dengan adanya SOP dan Rencana Aksi PRB yang matang,
diharapkan Desa Puger Wetan dapat menjadi role model bagi desa-desa lain di
Kabupaten Jember dalam hal kemandirian mitigasi bencana berbasis masyarakat.(*)
