PMI JEMBER – Petik laut yang merupakan upacara tradisional masyarakat pesisir dan digelar dibulan Muharam selalu ditunggu tunggu oleh Masyarakat sebagai wujud rasa Syukur atas rezeki hasil laut dan sekaligus memohon keselamatan. Di momen petik laut yang digelar di Kecamatan Puger, menyedot ribuan warga untuk hadir menyaksikan tahap demi tahap jalannya upacara hingga berakhir dengan larung sesaji di perairan.
Berbagai pihak terlibat di momentum tersebut, termasuk diantaranya SIBAT PMI desa Puger Kulon dan desa Puger Wetan, Kecamatan Puger yang mendirikan posko layanan kesehatan dan pertolongan pertama. Posko tersebut untuk memberikan bantuan pada masyarakat yang membutuhkan ditengah melihat kirap petik laut.

Relawan SIBAT yang sejak 1,5 tahun terakhir memperoleh pelatihan dari PMI Jember bekerjasama dengan Palang Merah Jepang (Japanese Red Cross Society) langsung terjun ke masyarakat di kecamatan puger. Kehadiran mereka bukan hanya sebatas petugas pertolongan pertama, tetapi juga sebagai representasi masyarakat yang memiliki kapasitas, kepedulian dan kesiapsiagaan untuk melindungi sesama.
“Kehadiran para relawan bukan hanya tentang memberikan pertolongan pertama. Lebih dari itu, kehadiran mereka memberikan rasa aman, menumbuhkan kepercayaan masyarakat, dan menunjukkan bahwa budaya gotong royong masih menjadi kekuatan utama dalam menjaga keselamatan Bersama,” ujar Imam Muslim, Kepala Unit Markas PMI Kabupaten Jember.
Dalam pelaksanaannya, relawan SIBAT Bersama KSR PMI Kabupaten Jember melakukan penanganan bocah berusia 7 tahun bernama Yasinta yang mengeluh pusing saat mengikuti kirab Petik Laut. Bersama SIBAT dan KSR, Yasinta mendapatkan penanganan medis di mobil ambulan kemudian dibawa menuju rumah orang tuanya.

“Berbagai penguatan kapasitas telah didapatkan oleh SIBAT PMI Kabupaten Jember, dan keterlibatan SIBAT dan KSR di acara petik laut ini merupakan penerapan dari berbagai pelatihan yang sudah mereka dapatkan untuk membantu masyarakat, tidak hanya pada kebencanaan namun juga membantu sesame di setiap kegiatan yang mengundang massa banyak,” kata Zainollah, S.Pd, Ketua PMI Kabupaten Jember.
Kolaborasi PMI Jember dengan Palang Merah Jepang (JRCS) menjadi bukti bahwa Program School and Community Resilience (SCR) tidak berhenti pada kegiatan pelatihan atau pendampingan semata namun kerjasama telah melahirkan relawan-relawan yang memiliki kapasitas, kepedulian, dan semangat untuk saling mendukung, bahkan mampu bekerja sama lintas desa dalam berbagai kegiatan masyarakat.(*)
