Siaga Bencana Sejak Dini, Kecamatan Silo Siap Bentuk Sibat

Siaga Bencana Sejak Dini, Kecamatan Silo Siap Bentuk Sibat

PMI JEMBER | Guna memperkuat sistem ketahanan masyarakat terhadap potensi bencana, wilayah Kecamatan Silo mulai melakukan langkah strategis dengan mempersiapkan pembentukan tim Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (Sibat). Langkah ini diambil sebagai respons atas pentingnya mitigasi dini di kawasan yang memiliki karakteristik geografis perbukitan tersebut. 

Ketua PMI Kecamatan Silo, Purnomo Setyabudi, menyatakan bahwa pembentukan Sibat merupakan kebutuhan mendesak untuk memastikan warga memiliki kesiapsiagaan yang mandiri. Melalui tim ini, masyarakat tidak hanya menjadi objek penyelamatan, tetapi menjadi subjek yang aktif dalam pemetaan risiko dan penanganan awal. 

"Silo adalah wilayah yang cukup dinamis secara geografis. Dengan adanya Sibat, kita membangun sistem peringatan dini yang berasal dari warga untuk warga. Intinya adalah siaga sejak dini agar dampak bencana bisa kita minimalisir sekecil mungkin," ujar Purnomo Setyabudi Minggu malam (8/3/2026). 

Purnomo menambahkan, tim Sibat yang dibentuk nantinya akan menjalani serangkaian pelatihan khusus dari Palang Merah Indonesia (PMI). Pelatihan tersebut mencakup kemampuan asesmen wilayah, pertolongan pertama, hingga manajemen posko dan logistik di tingkat desa. Pengurus sibat nantinya berasal dari Sembilan desa di bawah Kecamatan Silo. 

Pembentukan Sibat ini diharapkan dapat memperpendek jarak koordinasi antara lapangan dengan markas PMI maupun BPBD saat terjadi situasi darurat. Selain itu, Sibat juga akan difungsikan sebagai penggerak kegiatan kemanusiaan dan kesehatan lingkungan di masa aman (non-bencana). "Kami ingin semangat kesukarelaan ini tumbuh secara organik. Saat ini kami sedang mengoordinasikan administrasi dan penjaringan relawan di tiap titik desa agar tim yang terbentuk benar-benar representatif dan solid," pungkasnya.

Narto, ketua Bidang Penaggulangan Bencana (PB) PMI Kab Jember mangapresiasi insiatif dari PMI Kecamatan Silo. “Inisatif Pak Sekcam yang juga ketua PMI Kecamatan Silo ini sangat bagus. PMI kabupaten Jember saat ini telah memebentuk tiga sibat yaitu Sibat Desa Kepanjen Kecamatan Gumukmas, Sibat Desa Puger Kulon dan Sibat Puger Wetan Kecamatan Puger,” kata Narto. Hanya saja, pembentukan tibat ini atas Kerjasama dengan Palang Merah Jepang ( Jalanese Red Cross Society atau JRCS)

Dan, pada tahun 2026 ini PMI Kabupaten Jember merencanakan membentuk lima sibat berbasis kecamatan di Lima Kecamatan. Hanya saja, pebentukan lima sibat ini  inisiasi dari PMI kabupaten Jember. “Nanti akan kita pilih lima kecamatan yang memang paling rawan terhadap ancaman bencana,” ungkapnya. (*)