PMI JEMBER – Memperingati Hari Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 2026, Korps Sukarela Palang Merah Indonesia (KSR PMI) Unit ITS Mandala Jember menggelar aksi kemanusiaan donor darah. Kegiatan tersebut berlangsung di Auditorium ITS Mandala pada Kamis (29/10/2026), sebagai wujud nyata kepedulian mahasiswa terhadap kebutuhan darah bagi masyarakat.
Aksi kemanusiaan ini menjadi cara tersendiri bagi keluarga besar KSR PMI Unit ITS Mandala untuk memaknai semangat Sumpah Pemuda. Tidak hanya memperingati momentum bersejarah, mereka juga mengajak masyarakat untuk memperkuat solidaritas dan menumbuhkan kepedulian terhadap sesama melalui donor darah.
Ketua KSR PMI Unit ITS Mandala, Junitya Resi Linda, menjadi salah satu sosok di balik pelaksanaan kegiatan tersebut. Melalui aksi donor darah ini, KSR PMI Unit ITS Mandala turut mengambil peran dalam mendukung ketersediaan stok darah untuk memenuhi kebutuhan pasien di berbagai fasilitas kesehatan.
Ketua PMI Kabupaten Jember, Zainollah, bersama Sekretaris PMI Kabupaten Jember Ghufron Evian Efendi, Bendahara Sugianto, serta Kabid Infokom dan Kerja Sama Syaiful Kusmandani, secara khusus hadir untuk memantau langsung pelaksanaan kegiatan donor darah tersebut.

Kehadiran jajaran pengurus PMI Kabupaten Jember menjadi bentuk perhatian dan dukungan terhadap aktivitas kemanusiaan yang dilakukan relawan mahasiswa, khususnya dalam membantu menjaga ketersediaan darah di Kabupaten Jember.
Berdasarkan data pelaksanaan donor darah KSR PMI Unit ITS Mandala pada Kamis (29/10/2026), sebanyak 15 kantong darah berhasil dikumpulkan dari target 50 kantong. Selain itu, tercatat dua calon pendonor batal mendonorkan darah dan satu orang mengalami kegagalan pengambilan darah.
Dari dua calon pendonor yang batal, seluruhnya disebabkan kadar hemoglobin (HB) yang rendah, yakni di bawah 12,5 gram per desiliter. Sementara itu, satu pendonor mengalami gagal pengambilan darah atau gatap.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa tidak semua calon pendonor dapat langsung mendonorkan darahnya. Pemeriksaan kesehatan sebelum donor menjadi tahapan penting untuk memastikan keamanan pendonor sekaligus menjaga kualitas darah yang akan digunakan bagi pasien.

Informasi mengenai kegiatan donor darah ini menjangkau calon pendonor melalui sejumlah saluran komunikasi. Berdasarkan data panitia, 10 orang memperoleh informasi melalui web, media sosial, atau aplikasi. Sementara itu, lima orang mengetahui kegiatan dari teman atau contact person (CP), dan tiga orang datang atas kemauan sendiri.
Pemanfaatan media digital menjadi salah satu cara untuk memperluas jangkauan informasi sekaligus mengajak lebih banyak orang berpartisipasi dalam kegiatan kemanusiaan.
Melalui kegiatan ini, KSR PMI Unit ITS Mandala menunjukkan bahwa semangat Sumpah Pemuda dapat diwujudkan melalui aksi nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Donor darah bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bentuk kepedulian yang dapat membantu menyelamatkan nyawa. Semangat gotong royong dan solidaritas yang diwariskan para pemuda Indonesia diharapkan terus tumbuh melalui keterlibatan mahasiswa dan generasi muda dalam berbagai kegiatan kemanusiaan. (*)
