Semangat Hardiknas 2026: Guru-Guru Di Jember Warnai Pameran Pendidikan Dengan Aksi Donor Darah

Semangat Hardiknas 2026: Guru-Guru Di Jember Warnai Pameran Pendidikan Dengan Aksi Donor Darah

PMI JEMBER – Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di Kabupaten Jember tahun ini tidak hanya dimeriahkan dengan pameran inovasi pendidikan, tetapi juga dengan aksi kemanusiaan yang nyata. Sejumlah guru yang hadir dalam kegiatan Pameran Pendidikan di Aula Dinas Pendidikan Kabupaten Jember tampak antusias mengantre untuk mendonorkan darah mereka, Senin (11/5/2026).

Aksi donor darah ini menjadi salah satu agenda yang menarik perhatian di tengah hiruk pikuk pameran. Para tenaga pendidik ini menunjukkan bahwa tugas seorang guru tidak hanya mencerdaskan kehidupan bangsa di dalam kelas, tetapi juga peduli terhadap keselamatan sesama melalui tetesan darah.


Di antara para peserta, nampak Ibu Ayun, seorang guru dari SD Sukorejo 01, Kecamatan Sukowono. Dengan wajah berseri, ia mengungkapkan rasa syukurnya karena akhirnya berhasil lolos skrining kesehatan untuk mendonorkan darahnya.

"Alhamdulillah, akhirnya bisa donor lagi. Dulu terakhir pernah donor saat masih kuliah di PGSD Unej sekitar tahun 2024. Setelah itu, saya sering tidak lolos setiap kali mau ikut donor darah," ujar Bu Ayun dengan nada lega.

Pengalaman berbeda datang dari Ibu Furi, guru dari SDN Gunung Malang, Kecamatan Sumberjambe. Meski sudah tercatat melakukan donor darah sebanyak 10 kali, ia mengaku sudah cukup lama absen dari kegiatan ini.


"Saya terakhir donor darah itu tahun 2016. Sudah lama sekali. Alhamdulillah, bertepatan dengan momen Hardiknas di kantor Dinas Pendidikan ini, saya bisa kembali mendonorkan darah," ungkap Bu Furi.

Kedatangan para guru ke Dinas Pendidikan Jember sejatinya adalah untuk memeriahkan agenda pameran pendidikan dalam rangka Hardiknas. Namun, adanya layanan donor darah di lokasi membuat mereka tergerak untuk ikut serta.

Ketua PMI Kabupaten Jember, Zainollah, S.Pd memberikan apresiasi tinggi atas semangat luar biasa yang ditunjukkan oleh para pahlawan tanpa tanda jasa ini. Menurutnya, antusiasme guru dalam aksi kemanusiaan ini merupakan teladan yang baik bagi masyarakat dan para siswa. (*)