PMI JEMBER – Semangat kemanusiaan terpancar di aula SMAN 1 Kalisat pada Rabu (28/1/2026). Puluhan siswa tampak antusias mengantre untuk mendonorkan darahnya dalam kegiatan yang diinisiasi oleh PMR Wira SMAN 1 Kalisat bekerja sama dengan Unit Donor Darah (UDD) PMI Kabupaten Jember.
Kegiatan ini menarik perhatian karena didominasi oleh wajah-wajah baru dari kelas 10 dan 11 yang masuk dalam kategori pendonor pemula.
Meski antusiasme tinggi, prosedur medis tetap diberlakukan secara ketat untuk menjamin keamanan pendonor dan kualitas darah. Dari target awal sebanyak 50 pendonor, tim berhasil menghimpun 27 kantong darah.
Sementara itu, sebanyak 20 calon pendonor dinyatakan gagal melewati tahap skrining kesehatan. Faktor penyebab kegagalan umumnya karena kadar hemoglobin (Hb) yang tidak sesuai standar, tekanan darah, atau faktor usia dan berat badan yang belum mencukupi syarat minimal.
Mohammad Toby Trio Saputra, Ketua PMR Wira SMAN 1 Kalisat, menyatakan rasa bangganya atas keberanian rekan-rekan sejawatnya yang bersedia mencoba donor darah untuk pertama kali.
"Banyak teman-teman kelas 10 dan 11 yang awalnya ragu karena ini pengalaman pertama mereka. Tapi setelah diberi edukasi, mereka sangat antusias. Meskipun ada beberapa yang belum lolos seleksi kesehatan, semangat mereka untuk membantu sesama sangat luar biasa," ujar Toby.
Ketua PMI Kabupaten Jember, Zainollah, S.Pd turut memberikan apresiasi tinggi terhadap konsistensi PMR Wira SMAN 1 Kalisat dalam menjaga ketersediaan stok darah di Jember.
"Kami sangat menghargai inisiatif dari adik-adik SMAN 1 Kalisat. Pendonor pemula dari kalangan pelajar adalah aset penting untuk regenerasi pendonor darah di masa depan. Satu tetes darah mereka sangat berarti bagi pasien yang membutuhkan di rumah sakit," ungkap Zainollah.
Kegiatan rutin ini diharapkan dapat memupuk jiwa sosial siswa sejak dini sekaligus menjadikan donor darah sebagai gaya hidup sehat di lingkungan sekolah. (*)
