PMI Jember Dan PMI Jepang Bersama Melakukan Evaluasi, Untuk Mengukur Kesiapsiagaan Dan Pengurangan Risiko Bencana

PMI Jember Dan PMI Jepang Bersama Melakukan Evaluasi, Untuk Mengukur Kesiapsiagaan Dan Pengurangan Risiko Bencana

PMI JEMBER – Kerjasama kesiapsiagaan dan pengurangan risiko bencana antara PMI Kabupaten Jember dengan Japanese Red Cross Society (JRCS) telah berjalan 18 bulan dari 3 tahun kerjasama. Di pertengahan kerjasama dari November 2024 hingga April 2026, keduanya kini melaksanakan evaluasi paruh waktu secara bersama untuk mengukur performa, tata Kelola dan kualitas program secara komprehensif sehingga bisa menjadi landasan strategis bagi manajemen untuk mengoptimalkan efektivitas dan efisiensi ke depannya.

Evaluasi paruh waktu yang dimulai Kamis (25/06) dihadiri oleh Sena Hasegawa dari Japanese Red Cross Society, Novita Alifiani dari PMI Pusat, Yana Maulana, staf JRCS serta Relawan PMI Kabupaten Jember. Pelaksanaan evaluasi paruh waktu tersebut dilakukan serentak di tiga desa yakni Desa Puger Kulon dan Desa Puger Wetan, Kecamatan Puger serta Desa Kepanjen, Kecamatan Gumukmas.

 

Dalam pelaksanaannya, evaluasi dilakukan dengan metode pendekatan evaluasi, pengumpulan data dan daftar dokumen yang ditelaah. Metode tersebut untuk mengetahui sejauh mana tujuan, strategi, dan intervensi masih sesuai dengan kebutuhan penerima manfaat, konteks risiko bencana, kebijakan pemerintah, serta prioritas PMI dan JRCS, yang tentunya juga mempertimbangkan kesesuaian pendekatan terhadap kondisi dan tantangan yang berkembang di wilayah sasaran.

“Evaluasi bersama antara PMI dan JRCS ini akan berlangsung selama dua hari dimulai kamis ini dengan mendatangi langsung tiga desa. Evaluasi tersebut untuk mengetahui sejauh mana perubahan yang mulai terlihat termasuk peningkatan kapasitas, pengetahuan, perilaku, kesiapsiagaan serta penguatan sistem dan mekanisme yang mendukung ketangguhan sekolah dan masyarakat,” kata Weni Catur, Koordinator Lapangan SCR PMI Kabupaten Jember.


Secara garis besar, kegiatan antara PMI Kabupaten Jember dengan PMI Jepang tersebut difokuskan pada penguatan lapangan seperti Pelaksanaan Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB), pengurangan risiko bencana berbasis komunitas, kesiapsiagaan bencana di tingkat keluarga, peningkatan kapasitas relawan PMI, penguatan kapasitas masyarakat dan pemerintah daerah setempat serta pengembangan sistem kesiapsiagaan berbasis komunitas.

“Kerjasama antara PMI Kabupaten Jember dengan PMI Jepang berlangsung selama 3 tahun, dan saat ini sudah 18 bulan atau setengah perjalanan sehingga PMI dan JRCS melaksanakan evaluasi bersama untuk mengoptimalkan program di 18 bulan berikutnya hingga Kerjasama selesai,” ujar Zainollah S.Pd, Ketua PMI Kabupaten Jember. 


Dan hasil dari evaluasi tersebut nantinya akan menjadi peta jalan perbaikan taktis bagi PMI dan JRCS demi menjamin tercapainya ketangguhan sekolah dan komunitas yang optimal hingga akhir masa kerjasama di tahun 2027 nanti.(*)