PMI Jember - Berdasarkan Surat Keputusan PMI Pusat Nomor : 05/S.KP/CB/PB/PENG/79 Tanggal 28 April 1979, Letkol (Purn) Soepono didaulat menjadi Ketua PMI Cabang Jember menggantikan Letkol. Inf. Abdul Hadi untuk pereode 1979-1984, yang saat itu menjabat sebagai Bupati KDH Tingkat II Jember.
Letkol (Purn) Soepono adalah pejuang sepajang hayat. Lahir di Rembang 19 Juli 1926, Soepono muda sudah menjadi anggota laskar militer untuk mengusir penjajah. Setelah Indonesia merdeka, ia bergabung dengan Tentara Nasional Indonesia.
Tahun 1974, Soepono yang berpangkat Letnan Kolonel Infantri ditunjuk sebagai Komandan Distrik Militer 0824 Jember. Saat itu, kawan seperjuangannya satu Batalyon Letkol. Inf. Abdul Hadi menjabat Bupati Jember periode 1969-1979, Soepono menjadi Ketua DPRD Jember tahun 1977-1979. Setelah menjabat Ketua DPRD Jember, Soepono terpilih menjadi Bupati Jember pada Tahun 1979, ia menggantikan Letkol. Inf. Abdul Hadi sebagai Bupati Jember hingga tahun 1984.
Ditengah kesibukannya sebagai Bupati KDH Tingkat II Jember, mantan Dandim 0824 tersebut menunjukkan totalitasnya dengan mengabdikan dirinya di Organisasi kemanusiaan sebagai Ketua PMI Cabang Jember. Di Era Bapak Bupati Letkol Soepono (1979-1984), untuk mengembangkan dan memajukan organisasi PMI Cabang Jember, Soepono menawarkan solusi untuk memindahkan markas dan asrama PMI Cabang Jember di Jalan Mangunsarkoro diambil Pemerintah Daerah untuk dijadikan Kantor PKK Kabupaten Jember dan ditukar dengan sebidang tanah seluas 3000 M² yang terletak di Tegalboto Jember.
Pada saat Markas dan asrama PMI Cabang Jember di Jalan Mangunsarkoro dilakukan pembongkaran, PMI Cabang Jember menempati gedung bulu tangkis Argopuro di Jalan HOS. Cokroaminoto sebagai Markas PMI Cabang Jember karena tanah di tegalboto tersebut belum dapat dibangun karena belum ada jalan tembus. Setelah kantor Walikota di bangun berikut Jembatan di Jalan Jawa dibangun, kemudian Markas PMI dibangun karena sudah ada jalan tembus (akses).
Pada akhir masa kepemimpinan Letkol Soepono, Kantor Markas PMI Cabang Jember di Jalan Jawa Tegal boto di bangun hingga tuntas. Kemudian tanggal 30 Januari 1984 Markas PMI Cabang Jember diresmikan oleh Gubernur Daerah Tingkat I Jawa Timur Bapak Wahono tepat pada jam 09.00 WIB. Selanjutnya Markas PMI Cabang Jember menjadi pusat kegiatan kepalangmerahan, Balai pengobatan/Klinik PMI, Pendidikan dan Pelatihan Sukarelawan, sekaligus menjadi Kantor Dinas Transfusi Darah (DTD) dan kegiatan administrasi.
Sri Sulistija mengatakan, Soepono adalah pria yang lembut dan memiliki semangat tinggi, Usia tak menghalanginya untuk beraktivitas. Setelah akhir jabatan sebagai Bupati, ia menjadi ketua Yayasan Mochammad Sroedji dan ketua DHD 45, sebuah organisasi yang beranggotakan para veteran. "Setiap pagi jalan kaki keliling kampus. Setelah kena osteoporosis, ia sudah tak bisa melakukannya, karena duduk di kursi roda," katanya.
Sebagaimana yang dikutip Jember Post.com, Perhatian Soepono kepada dunia politik dan kenegaraan begitu besar. Setiap hari ia tak absen membaca koran dan mendengarkan radio, maupun menonton televisi. Soepono dimakamkan dengan upacara kemiliteran. Pangkat terakhirnya sebelum meninggal adalah Kolonel Infantri. Pesan terakhirnya sebelum meninggal ? "Bapak mengingatkan agar putra-putri bisa menjaga nama baik keluarga. Semangat perjuangannya tinggi. Saat sakit pun, beliau masih sempat cerita tentang masa perjuangan," kata Hendroyono, menantu Soepono yang juga menjabat Kepala Badan Kependudukan dan Catatan Sipil.
Mantan Ketua PMI Cabang Jember, Letkol (Purn) Soepono, menghembuskan nafas terakhirnya pada hari minggu dini hari 22 Maret 2009 pukul 02.30 WIB. Jenazahnya dimakamkan di Taman Makam Pahlawan. almarhum meninggalkan seorang istri, enam putri, 19 cucu, dan 8 cicit. RR Sri Sulistija, istri Soepono, mengatakan, suaminya sudah lama menderita osteoporosis, infeksi saluran kencing, dan lambung. "Sebelum meninggal Pak Pono minta ditidurkan yang enak. Kata Pak Pono, 'saya ingin mengadakan salat akbar," jelas Sri Sulistija. (Ghufron Eviyan Efendi/Sekretaris PMI Jember).
