PMI ACEH UTARA – Relawan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Jember yang tergabung dalam misi Tanggap Darurat Bencana (TDB) Banjir dan Tanah Longsor Sumatera-Aceh terus bergerak menyalurkan bantuan vital. Dipimpin oleh Imron Syafii, atau yang akrab disapa Boim, tim distribusi air bersih menyasar titik-titik kritis di wilayah Aceh Utara dan Lhokseumawe.
Sejak pertengahan Desember 2025, armada truk tangki air dengan nomor polisi B 9504 SLA terus menyisir pemukiman warga dan fasilitas umum yang kesulitan mendapatkan akses air layak konsumsi akibat dampak banjir.

Berdasarkan laporan kegiatan, tim yang terdiri dari
Imron, Solihin, dan M. Sufi telah menyalurkan puluhan ribu liter air ke
beberapa lokasi strategis:
1.Pada Senin (15/12): Mendistribusikan 5.000 liter air di Desa Gelimpang Sulu, Kecamatan Dawantara, untuk 35 KK (140 jiwa). Tim mencatat kendala kurangnya tandon air di lokasi sehingga koordinasi dengan posko terus dilakukan.
2.Pada Selasa (16/12): Tim bergerak ke Kecamatan
Lapang dan Kecamatan Muara Batu. Sebanyak 5.000 liter air disalurkan ke Pondok
Pesantren Darul Muttaqin (738 jiwa) dan dua desa lainnya, yakni Krojngmone dan
Lokmerbo dengan total 1.400 penerima manfaat.
3. Pada Rabu
(17/12): Distribusi berlanjut ke Desa Paluhrea, Kecamatan Muara Batu,
menjangkau 226 KK atau sekitar 748 jiwa.
"Kami fokus pada ketersediaan air bersih karena
ini kebutuhan paling mendasar bagi warga terdampak. Meskipun ada kendala
fasilitas penyimpanan di beberapa titik, kami berupaya maksimal agar air bisa
langsung dimanfaatkan warga," ujar Imron dalam laporannya.
Di tengah misi kemanusiaan ini, kabar kurang
menyenangkan datang dari personil PMI Kontingen Jawa Tengah yang juga bertugas
di wilayah Sumatera. Seorang personil bernama M. Dwiki Reza asal Brebes
mengalami musibah penyerangan oleh orang tak dikenal (OTK) saat sedang
beristirahat di Mandailing Natal, Sabtu (13/12).
Korban mengalami luka bacok dan saat ini tengah
menjalani perawatan intensif di RSUD Panyabungan. Kejadian ini telah ditangani
oleh Polres Mandailing Natal, dan menjadi bahan evaluasi penting terkait
penguatan aspek keamanan bagi para relawan yang bertugas di lapangan.
Meski terdapat tantangan keamanan dan kendala teknis di
lapangan, semangat para relawan, termasuk kontingen dari PMI Jember, tidak
surut. Misi distribusi air bersih ini direncanakan akan terus berlanjut hingga
kondisi sanitasi dan pasokan air di wilayah terdampak kembali normal.
"Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen
berkelanjutan PMI dalam respon cepat bencana nasional," kata Ketua PMI Kab
Jember Zainollah. Komitmen itu kembali diteguhkan setelah PMI Kab Jember
kembali mengirimkan salah satu relawan terbaiknya Elvana Kusdijanto yang ahli
bidang Psikososial dan layanan kesehatan. (*)
