PMI JEMBER – PMR Wira SMKN 5 Jember sukses menyelenggarakan kegiatan Orientasi Kepalangmerahan pada Sabtu (23/5). Bertempat di lingkungan Markas PMI Kabupaten Jember, kegiatan ini berlangsung meriah dan dipenuhi antusiasme tinggi dari puluhan calon anggota baru yang siap menyongsong dunia kemanusiaan.
Orientasi Kepalangmerahan ini merupakan agenda krusial dalam membentuk karakter generasi muda. Selain sebagai sarana menyambut anggota baru, kegiatan ini dirancang untuk menanamkan kedisiplinan, tanggung jawab, kepedulian sosial, serta pemahaman mendasar mengenai prinsip-prinsip kepalangmerahan.

Rangkaian acara dikemas secara edukatif dan interaktif. Dimulai dengan apel pembukaan, kegiatan berlanjut pada pemeriksaan peserta, senam bersama, hingga penyampaian materi kepalangmerahan. Tidak hanya itu, suasana semakin cair dan akrab melalui sesi fun game, ISOMA, penempuhan pos, hingga prosesi penempuhan scraf yang menjadi simbol perjuangan serta ikatan kebersamaan anggota PMR.
Pembimbing PMR Wira SMKN 5 Jember, Arum Tri Agustina, S.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan orientasi ini diharapkan mampu melecut semangat anggota baru untuk mendalami ilmu kepalangmerahan sekaligus menumbuhkan jiwa kerelawanan sejak dini.

"Orientasi Kepalangmerahan adalah kegiatan yang sangat bermanfaat karena tidak hanya memberikan pengalaman yang seru dan menyenangkan, tetapi juga mengajarkan jiwa kemanusiaan, kepedulian sosial, kerja sama, dan keterampilan pertolongan pertama yang sangat berguna dalam kehidupan sehari-hari," ujar Arum.
Senada dengan hal tersebut, Ketua PMI Kabupaten Jember, Zainollah, memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif dan semangat yang ditunjukkan oleh PMR Wira SMKN 5 Jember. Ia menekankan pentingnya pembinaan PMR di tingkat sekolah sebagai pilar utama regenerasi relawan masa depan.
"Kami sangat bangga melihat antusiasme adik-adik PMR Wira SMKN 5 Jember yang memilih Markas PMI sebagai lokasi orientasi. Ini adalah langkah awal yang luar biasa untuk mengenalkan lingkungan kerja kemanusiaan yang sesungguhnya. Lewat pembinaan seperti ini, kita sedang mencetak calon-calon relawan masa depan yang tangguh, responsif, dan memiliki empati tinggi terhadap sesama," tutur Zainollah. (*)
