PMI JEMBER – Korps Sukarela Palang Merah Indonesia (KSR PMI) se-Kabupaten Jember kini dipastikan lebih terlatih dan sigap dalam menghadapi potensi bencana alam. Hal ini menyusul tuntasnya gelaran Latihan Gabungan (Latgab) KSR PMI yang dilaksanakan selama tiga hari di Markas PMI Kabupaten Jember.
Kegiatan intensif yang berlangsung sejak Jumat hingga Minggu, 24 Mei 2026 ini, diikuti oleh puluhan anggota KSR dari berbagai Perguruan Tinggi (Perti) serta anggota KSR Markas PMI Kabupaten Jember. Selama tiga hari, kapasitas kepalangmerahan mereka diasah habis-habisan guna menunjang aksi kemanusiaan di lapangan.

Tidak hanya fokus pada penanganan fisik, para relawan juga dibekali dengan kemampuan kehumasan yang mumpuni, khususnya teknik reportase dan teknik pengambilan gambar. Materi krusial ini dimentori langsung oleh dua jurnalis senior Jember, Syaiful Kusmandani dan Cak Aro, yang saat ini juga aktif menjabat sebagai pengurus PMI Kabupaten Jember.
Selain kehumasan, para peserta juga digembleng berbagai keterampilan teknis yang sangat dibutuhkan dalam misi pengabdian masyarakat, seperti manajemen Bantuan Non-Tunai (BNT) serta program Water, Sanitation, and Hygiene (WASH). Menariknya, seluruh peserta tidak hanya menerima teori, melainkan langsung melakukan praktik lapangan dari setiap materi yang diberikan.

Agenda Latgab ini resmi ditutup pada Minggu siang di Aula Markas PMI Kabupaten Jember oleh Kepala Bidang Penanggulangan Bencana PMI Jember, Narto, STP, MM, dengan didampingi Wakil Kepala Markas, Gigih Priambodo.
Dalam sambutannya, Kabid Penanggulangan Bencana PMI Jember, Narto, menyatakan optimismenya terhadap peningkatan kapasitas para relawan pasca-pelatihan ini.
"Kemampuan para KSR PMI setelah latgab ini saya yakin semakin meningkat. Kawan-kawan KSR ini merupakan ujung tombak PMI Kabupaten Jember di lapangan," ujar Narto tegas.
Peningkatan kualitas tersebut, lanjut Narto, terlihat jelas dari hasil penilaian praktik selama pelatihan, salah satunya dalam penyusunan produk jurnalistik.

"Kawan-kawan peserta KSR sangat serius saat praktik membuat berita. Secara umum hasilnya sudah sangat bagus, bahkan ada karya yang fresh clear dan sudah sangat layak untuk langsung diterbitkan di media massa," imbuhnya mengapresiasi semangat peserta.
Sementara itu, Wakil Kepala Markas PMI Jember, Gigih Priambodo, menekankan bahwa selesainya Latgab bukanlah akhir dari proses belajar. Ia menegaskan agar ilmu dan keterampilan yang didapat selama tiga hari ini segera ditularkan dan diseminasi kepada rekan-rekan sejawat di unit KSR masing-masing.
Dengan berakhirnya Latgab ini, PMI Kabupaten Jember optimistis memiliki barisan relawan yang jauh lebih responsif, multitalenta, dan siap diterjunkan kapan saja dalam situasi darurat maupun misi kemanusiaan lainnya. (*)
