PMI JEMBER — Kompetisi PMR Wira (KOMPERA) UIN KHAS Jember kembali digelar dengan semangat membangun generasi muda yang memiliki kepedulian dan jiwa kemanusiaan. Sebanyak 13 kontingen PMR Wira se-Kabupaten Jember dengan total 195 personel ambil bagian dalam kompetisi tersebut.
KOMPERA UIN KHAS Jember dilaksanakan dua hari 18 - 19 September 2026, di Aula Gedung GKT UIN KHAS Jember. Pembukaan dilakukan oleh Yanti Nurhayati, Pembina KSR PMI Unit UIN KHAS Jember.
Pembukaan KOMPERA tidak sekadar menjadi seremoni dimulainya perlombaan. Para peserta terlebih dahulu dibekali wawasan melalui seminar Psychological Disaster yang menghadirkan tiga pemateri dengan latar belakang di bidang kemanusiaan, kebencanaan, psikologi, dan kerelawanan.
Tiga pemateri tersebut yakni Pugut Ranto Priyonosandy, S.Pd., Pimpinan Lembaga Kemanusiaan dan Relawan Gesit, yang menyampaikan materi tentang cara menghadapi masyarakat panik dan korban terdampak bencana serta tantangan dalam penanganan korban.
Pemateri kedua, Narto, S.TP., MM, Ketua Bidang Penanggulangan Bencana (PB) PMI Kabupaten Jember, membawakan materi “Kesiapan Mental dan Emosional Relawan dalam Membantu Kondisi Psikologis Korban Saat Bencana.”
Sementara Dr. Muhammad Muhib Alwi, S.Psi., M.A., menyampaikan materi mengenai psychosocial support system dalam kebencanaan, khususnya bagaimana memberikan penanganan kepada korban terdampak, relawan, maupun masyarakat lainnya.

Pembina KSR PMI Unit UIN KHAS Jember, Yanti Nurhayati, mengatakan seminar tersebut menjadi bagian penting dalam membekali peserta agar memahami bahwa penanganan korban bencana tidak hanya menyangkut kebutuhan fisik.
“Dalam situasi bencana, kita membantu korban. Kondisi psikis dan fisiologis saling terkait. Karena itu, pemahaman tentang psikologi kebencanaan menjadi penting bagi para relawan,” ujarnya.
Setelah mengikuti seminar dan istirahat, para peserta kemudian melanjutkan rangkaian kegiatan dengan kompetisi PMR Wira.
Ketua KSR PMI Unit UIN KHAS Jember, Fajar Rizky Ramadhani, menyampaikan terima kasih kepada seluruh panitia, peserta, dan berbagai pihak yang telah mendukung pelaksanaan KOMPERA.
Menurutnya, kompetisi PMR Wira bukan semata-mata mengejar gelar juara, tetapi menjadi ruang untuk mengasah keterampilan sekaligus membangun jiwa kemanusiaan para peserta.
“Kompetisi PMR Wira bertujuan untuk mengasah jiwa-jiwa kemanusiaan. Kami menyampaikan banyak terima kasih kepada tim dan semua pihak yang telah mendukung acara ini,” ungkap Fajar.
Sementara itu, Presiden Mahasiswa UIN KHAS Jember, Bahrul Ulum, menegaskan peran PMI di lingkungan kampus dalam menumbuhkan kepedulian sosial.
“PMI UIN KHAS Jember hadir sebagai pelopor untuk membangkitkan jiwa kemanusiaan,” katanya.
Sekretaris PMI Kabupaten Jember, Ghufron, memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan KOMPERA yang melibatkan ratusan anggota PMR Wira dari berbagai sekolah di Kabupaten Jember.
“Ini luar biasa. Ada 195 peserta yang berkompetisi dalam KOMPERA UIN KHAS Jember. Kompetisi PMR Wira tidak hanya mengejar menjadi juara. Yang lebih penting adalah pengalaman yang baik dan berharga bagi adik-adik PMR,” ujarnya.
Ghufron menambahkan, kegiatan semacam ini menjadi bagian dari proses regenerasi organisasi kemanusiaan. Menurutnya, keberlangsungan sebuah organisasi salah satunya ditandai dengan adanya aktivitas dan regenerasi.
“Organisasi yang hidup adalah organisasi yang memiliki aktivitas dan regenerasi. Kami menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada panitia dan pengurus KSR PMI UIN KHAS Jember yang telah melaksanakan KOMPERA,” tuturnya.
Ia juga mengaitkan kegiatan tersebut dengan momentum HUT ke-81 PMI yang tahun ini mengusung tema “Peduli, Bergerak Bersama.”
“Di sekitar kita masih banyak bencana dan masyarakat yang membutuhkan bantuan. Kita bantu. Bergerak bersama. Kebaikan adalah sebuah ekosistem, dilakukan bersama-sama dan berkelanjutan,” jelasnya.
KOMPERA UIN KHAS Jember diharapkan tidak hanya menjadi ajang kompetisi antarpelajar, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran, pembentukan karakter, peningkatan keterampilan kepalangmerahan, serta penguatan solidaritas dan kepedulian terhadap sesama.
Dengan melibatkan 13 kontingen dan 195 personel PMR Wira, kegiatan tersebut sekaligus menjadi momentum untuk menyiapkan generasi muda yang memiliki pengetahuan, keterampilan, dan kesiapan menghadapi situasi kemanusiaan maupun kebencanaan. (*)
