KEJAR SERTIFIKAT CPOB 2026, PMI JEMBER TERUS EVALUASI DAN AKSELERASI ALAT

KEJAR SERTIFIKAT CPOB 2026, PMI JEMBER TERUS EVALUASI DAN AKSELERASI ALAT

PMI JEMBER – Unit Donor Darah (UDD) Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Jember terus mematangkan persiapan demi meraih sertifikat Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI. Dan untuk memastikan seluruh proses berjalan sesuai jalur, PMI Kabupaten Jember Jum'at (19/06) melakukan evaluasi bersama.

Evaluasi dipimpin oleh Ketua PMI Kabupaten Jember, Zainollah, beserta pengurus, Kepala UDD PMI Jember, dr. Agus Burhan Syah dan tim CPOB. Dari hasil inspeksi awal terkait sistem mutu, peralatan, bahan, hingga kualifikasi validasi, persentase penyelesaiannya sudah sangat tinggi. "Total temuan saat ini hanya tersisa 6 persen lagi. Progress utama kami telah mencapai 95 persen. Untuk aspek dokumen, total 72 Standar Prosedur Operasional (SPO) juga sudah selesai disahkan," ungkap dr. Burhan dalam paparannya.


Tim CPOB menargetkan seluruh kekurangan teknis tersebut dapat selesai 100 persen pada Juli 2026, sehingga berkas pendaftaran resmi ke BPOM RI bisa segera diajukan pada Agustus 2026 mendatang.

Kendati progress berjalan cepat, evaluasi juga menyoroti sejumlah kendala yang harus segera diselesaikan terutama terkait belum tersedianya beberapa fasilitas krusial, di antaranya, Plasma Freezer FFP (sedang dalam proses pengadaan).Plasma Freezer Puf (sedang dalam proses pengadaan). Kemudian Alat Nucleic Acid Testing (NAT) diinformaiskan melalui skema Kerja Sama Operasional (KSO). Refrigerated Centrifuge (RC) segera diadakan.

Merespons kendala tersebut, Ketua Unit Layanan Pengadaan (ULP) UDD PMI Kabupaten Jember, Aep Ganda Permana, menegaskan komitmennya untuk bergerak cepat melakukan pengadaan logistik yang dibutuhkan demi memenuhi standar CPOB.


"Kita siap mengadakan peralatan yang dibutuhkan. Dari empat alat utama yang belum ada, dua di antaranya sudah dalam proses. Untuk alat NAT, saat ini masih kami kaji lebih dalam karena informasinya menggunakan skema KSO. Sementara untuk RC (Refrigerated Centrifuge), bisa segera kami laksanakan pengadaannya," tegas Aep.

Melihat sinergi yang solid antara tim teknis UDD dan bagian pengadaan, Ketua PMI Kabupaten Jember, Zainollah, mengaku sangat optimistis bahwa target besar di tahun ini akan segera terwujud.

"Melihat kerja keras dan dedikasi seluruh tim, saya optimistis UDD PMI Kabupaten Jember mampu memenuhi seluruh persyaratan BPOM dan sukses meraih sertifikat CPOB pada tahun 2026 ini," pungkas Zainollah dengan penuh keyakinan.


Sertifikasi CPOB ini nantinya diharapkan dapat meningkatkan standar mutu pelayanan darah di Jember, sekaligus menjamin kualitas dan keamanan produk darah yang didistribusikan kepada masyarakat yang membutuhkan. (*)