PMI JEMBER – Dampak hujan lebat yang mengguyur Kabupaten Jember pada Kamis, 12 Februari 2026, memicu banjir luapan di berbagai titik. Wilayah Desa Rowotantu, Kecamatan Rambipuji, menjadi salah satu lokasi paling kritis di mana relawan PMI harus bekerja ekstra keras melakukan evakuasi warga yang terjebak di tengah kepungan air.
Guna menangani situasi darurat tersebut, PMI Kabupaten Jember menerjunkan enam relawan teknis ke lokasi terdampak. Tak hanya relawan, jajaran pengurus PMI Jember turun langsung ke lapangan untuk memimpin koordinasi, di antaranya Sekretaris PMI Ghufron Eviyan Efendi, Kabid Infokom dan Kemitraan Syaiful Kusmandani, serta Deddy Noviyanto.

Sekretaris PMI Kabupaten Jember, Ghufron Eviyan Efendi,
menyatakan bahwa timnya harus melakukan proses evakuasi berkali-kali karena
debit air yang sempat naik cukup cepat di kawasan pemukiman warga.
"Kami turun dengan kekuatan penuh, termasuk
jajaran pengurus untuk memastikan evakuasi berjalan lancar. Di Rowotantu
Rambipuji, relawan kami berkali-kali mengevakuasi warga yang rumahnya terendam
ke tempat yang lebih aman. Fokus kami adalah keselamatan jiwa, terutama bagi
anak-anak dan lansia," tegas Ghufron.
Selain merendam rumah, banjir kali ini menyebabkan kerusakan infrastruktur yang cukup serius di beberapa kecamatan, antara lain Kecamatan Panti yaitu jembatan di Sentul, Desa Suci terputus. Di Kecamatan Sukorambi jembatan gantung roboh dan satu jembatan di perkebunan Kaputren putus, menyebabkan lalu lintas macet total. Kemudian di Kecamatan Kaliwates satu tembok rumah di kawasan Sultan Agung dilaporkan jebol akibat terjangan air.

Berdasarkan data laporan PMI, ribuan KK terdampak
tersebar di beberapa titik antara lain di Kecamatan Rambipuji yang meliputi Desa Rambigundam,
Rambipuji, Curahmalang, Nogosari, Kaliwining, hingga Desa Gugut dengan jumlah
warga terdampak mencapai ribuan jiwa.
Di Kecamatan Kaliwates, termasuk Kampung Ledok (98 KK),
Perum Vila Indah, Kepatihan, dan kawasan depan UIN Jember di Kelurahan Mangli.
Yang kena dampak signifikan lainnya antara lain
Bangsalsari (316 KK), Balung (184 KK), Ajung (termasuk satu Ponpes), dan
Kalisat.
Hingga saat ini, sebanyak 299 jiwa warga Kecamatan
Rambipuji telah mengungsi di empat titik utamabyaitu di rumah Ustad Nurul
(Krajan Tempean) 60 Jiwa. Di rumah Umar Garuda (Kidul Pasar) 75 Jiwa.
Di Masjid Nurul Iman (Curah Ancar) 150 Jiwa.Dan, di
Balai Desa Rambipuji 14 Jiwa. Pihak PMI Jember terus menyiagakan personel di
lapangan untuk mengantisipasi adanya banjir susulan serta mendata kebutuhan
mendesak para pengungsi. (*)
