PMI JEMBER — Memasuki hampir dua bulan musim kering, Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Jember terus bergerak masif membantu warga yang mengalami krisis air bersih. Tercatat sejak awal Juli hingga 21 Agustus 2026, Tim Tanggap Darurat PMI Kabupaten Jember telah mendistribusikan total 161.500 liter air bersih ke sejumlah wilayah terdampak kekeringan.
Insiana, ketua RT 003 RW 013 Dusun Bunder Desa Sumberpinang mengaku makin banyak warga yang membutuhkan air bersih. “Di sini makin banyak warga yang butuh air bersih. Kalau bisa volume air ditambah lagi,” kata Insiana.

Pasalnya, makin lama kemarau maka sumber air, khususnya sumur warga makin banyak yang kecil airnya. Sehingga, makin banyak warga yang benar-benar andalkan air dari kiriman PMI Kabupaten Jember.
Ketua PMI Kabupaten Jember, Zainollah, menjelaskan PMI Kabupaten Jember semkasimal mungkin melayani masyarakat. Tim Tanggap Darurat PMI Kabupaten Jember distribusi air berish lebih banyak. yang sebelumnya, satu kali pengiriman dua hari sekali, kini menjadi dua kali pengiriman dalam dua hari sekali.
Dia menyampaikan bahwa bantuan air bersih ini difokuskan pada tiga titik lokasi utama yang mengalami krisis air paling parah akibat kemarau panjang. "Hingga 21 Agustus 2026 ini, akumulasi distribusi air bersih yang telah kami salurkan ke masyarakat sudah menembus angka 161.500 liter. Ini adalah bentuk respons cepat kami untuk meringankan beban masyarakat yang kesulitan mendapatkan air bersih," ujar Zainollah saat dikonfirmasi, Sabtu (22/8).

Tiga Titik Lokasi Sasaran Distribusi Zainollah merinci, bantuan air bersih tersebut disalurkan secara berkala menggunakan armada tanki air PMI ke tiga wilayah berbeda di Kabupaten Jember, yaitu: Dusun Bunder, Desa Sumberpinang Kecamatan Pakusari. Dua lokasi terpisah di Kelurahan Antirogo Kecamatan Sumbersari.
Kondisi sumur warga di wilayah-wilayah tersebut dilaporkan mulai mengering seiring dengan minimnya curah hujan dalam beberapa pekan terakhir, sehingga droping air bersih menjadiandalan utama warga untuk kebutuhan konsumsi sehari hari. Siaga Selama Musim Kemarau PMI Kabupaten Jember memastikan Tim Tanggap Darurat akan terus memantau perkembangan situasi kekeringan di berbagai wilayah lain.
Program distribusi air bersih ini direncanakan akan terus berlanjut selama musim kemarau masih berlangsung dan kebutuhan warga, khususnya di wilayah Pakusari dan Sumbersari, belum teratasi secara mandiri. Pihak PMI juga mengimbau kepada masyarakat luas maupun instansi terkait untuk turut serta siaga dan saling bahu-membahu menghadapi dampak kekeringan tahun ini, demi memastikan ketersediaan akses air bersih bagi warga yang membutuhkan. (*)
