PMI JEMBER | Dinas Transfusi Darah (DTD) PMI Cabang Jember diresmikan berdirinya pada tanggal 1 maret 1972, kemudian pengurus Pusat Palang Merah Indonesia menerbitkan surat keputusan nomor : 760/S.KP/PB tanggal 25 September 1978. Dinas Transfusi Darah tersebut merupakan organ tehnis PMI Cabang Jember dan sejak awal dirintis kegiatan operasional donor darah bergabung dengan RSUD. Dr. Soebandi Jember sampai akhir tahun 1983 DTD dipindahkan dari RSU. Dr. Soebandi ke Markas PMI ditegalboto.
Sejak tahun 1970-an hingga pemindahan Dinas Transfusi Darah ke Markas PMI Cabang Jember ditegalboto tahun 1983/1984, DTD menempati Sekretariat Bagian Fisioterapi R.S dr. Soebandi Jember di jalan Supriyadi Nomor 2 Jember telepon 650/605 (alamat lama).
Pada Era Soepono (1979-1983) pengurus PMI Cabang Jember menggelar rapat pleno yang dihadiri 15 orang tanggal 17 Nopember 1983, dengan agenda rapat membahas : Pertama, pembagian tugas Pengurus PMI Cabang Jember, Kedua, Pelaksanaan Kerja Balai Pengobatan, Ketiga, pelaksanaan pemindahan Dinas Transfusi Darah sesuai hasil rencana kerja tahunan periode 1983-1984. Dari notulensi rapat disebutkan sebagai berikut :
- Dr. Soehadi FICS selaku Ketua DTD PMI Cabang Jember melaporkan bahwa DTD didirikan dengan surat keputusan dari direktorat V/lembaga pusat Transfusi Darah dan merupakan dinas yang otonom dibawah naungan PMI. Perlu diketahui bahwa pemakai darah di Jember ini 60 persen digunakan oleh golongan/diruang tidak mampu, sehingga DTD mengeluarkan dana untuk itu. Sedangkan kebutuhan darah dijember sekitar 250 s/d 300 botol tiap bulannya, yang dapat dipenuhi oleh donor sukarela hanya 72 persen saja, lainnya dari donor pengganti.
- Mengenai rencana pemindahan DTD dari RSU dr. Subandi ke Markas PMI Cabang Jember, bapak dr. Soehadi, FICS menyetujui, lebih-lebih itu sudah menjadi program PMI dan rumah sakit nantinya hanya ada Bank darah saja, namun seyogyanya harus diadakan persiapan-persiapan yang matang mengingat hal itu menyangkut segi kemanusiaan, untuk mana setidak-tidaknya harus tersedia :
1. Ruang Tunggu/ Ruang Istirahat
2. Ruang Administrasi
3. Dapur Kecil dan tempat cuci-cuci
4. Ruang laboratorium kecil
5. Ruang untuk Tap darah
6. Gudang logistic
7. Kamar istirahat petugas
8. Air lancar dan listrik stabil
9. Kamar kecil/WC
- Dilaporkan juga bahwa tenaga DTD hanya ada 5 orang yang full timer sedang tenaga lainnya dari personil RSUD. Dr. Soebandi Jember secara part timer. Hal ini jelas tidak dapat mencukupi, karena harus selalu ada 1 tenaga yang siap ditempat DTD dengan 1 pengemudi yang juga harus selalu siaga selama 24 jam. Untuk lebih lancarnya DTD oleh dr. Soehadi FICS diusulkan agar DTD ini ditangani oleh dokter yang fulltimer. Dari bapak dr. H. Widiharto MPH menanggapi persoalan DTD antara lain : kalau permintaan DTD ini menunggu kelengkapannya sarana tentu masih menunggu lama lagi. Sedangkan hal ini sudah menjadi program PMI. Untuk itu Bapak dr. H. Widiharto MPH minta agar dengan segera dalam waktu dekat ini DTD dipeindahkan ke Markas PMI Walaupun bagaimana keadaannya, dalam hal ini Bapak dr. H. Widiharto MPH menyadari bahwa pasti dalam masa transisi nanti tentu terjadi gangguan/hambatan-hambatan kelancaran tugas DTD namun kiranya hanya untuk sementara saja, lambat laun pasti akan berjalan normal kembali. Maka apabila nanti sampai terjadi kelambatan pelayanan DTD akibat adanya pemindahan tersebut, untuk sementara waktu RSU dr. Soebandi dapat mengadakan Donor Darah sendiri untuk menutup/hambatan DTD.
- Akhirnya rapat mengambil keputusan bahwa secara bertahap DTD harus dipindahkan dari RSU dr. Soebandi ke markas cabang PMI di tegalboto.
- Administrasi dan tap darah masal dikerjakan di PMI
- Sedang dalam keadaan darurat tap darah dapat dilakukan di RSU. Dr. Soebandi
- Dan selanjutnya RSU. Dr. Soebandi dirintis untuk berdirinya bank darah
Tulisan diatas merupakan Dokumen notulen rapat pengurus tanggal 17 Nopember 1983 bertempat di Aula PMI Cabang Jember pukul 12.00 Wib dan ditutup dengan doa oleh H. Moch Syahri tepat pada jam 15.40 WIB, Notulis ditandantangani oleh Eko Harsoyo selaku Sekretaris PMI Cabang Jember pada masa Letkol Soepono. Hasil notulensi diatas juga diperkuat dengan pendapat dr.Oemi Djauhari, MM bahwa kegiatan donor darah pada tahun 1970-an masih bergabung dengan RSUD. Dr. Soebandi Jember, berikut cuplikan wawancara bersama dr.Oemi Djauhari, MM : “pada era kepengurusan Letkol Inf. Abdul Hadi sebagai Ketua PMI Cabang Jember, Demi Kemanusiaan dan pentingnya darah untuk pasien yang sangat membutuhkan, Tiga dokter yakni dr. Soehadi FICS, dr. Purnohadi, S.pB dan dr.Oemi Djauhari, MM serta dukungan pengurus PMI Cabang Jember merintis Dinas Transfusi Darah PMI Cabang Jember yang saat itu masih bergabung dengan RSUD. Dr. Soebandi Jember”. Tulisan bersambung…. (ditulis oleh Ghufron Eviyan Efendi/Sekretaris PMI Jember).
