JEMBER
– Bupati Jember H Hendy Siswanto minta kepada PMI Kabupaten Jember untuk aktif
melakukan edukasi akan tugas pokok dan fungsi (tupoksi)-nya kepada masyarakat.
Pasalnya, masih banyak masyarakat yang
belum memahami PMI secara utuh, khususnya dalam menghimpun darah melalui
kegiatan donor darah.
Itu
disampaikan Bupati Jember H Hendy Siswanto saat membuka musyawarah kerja
(musker) PMI Kabupaten Jember Rabu
(28/12). “Kadang-kadang ada yang tanya, kok PMI ambil darah terus, itu
pertanyaan besar masyarakat,” ujar Bupati Hendy.
Menurut
Bupati Hendy, masyarakat awam masih banyak berpandangan yang salah. “Itu
keawaman masyarakat Jember, belum tersentuh edukasi tentang PMI. Masih banyak
masyarakat yang mengatakan PMI, tugasnya ngumpulin darah saja,” tutur H Hendy
Siswanto saat memberikan sambutan di Aula Markas PMI Kabupaten Jember Jl Jawa.
Bupati Hendy menjelaskan, masih banyak masyarakat yang mendapatkan sosialisasi dari PMI. “PMI tidak jauh, tugasnya ambil darah, (pandangan masyarakat, Red). Niatan (PMI, Red) baik tidak sekedar diucap tapi perlu edukasi,” imbuhnya. Untuk itu, Bupati Hendy minta PMI lebih aktif melakukan edukasi kepada masyarakat agar tidak salah tafsir soal tupoksi dari PMI, terutama PMI Kabupaten Jember.
Dia menjelaskan, PMI Kabupaten Jember melayani permintaan dari dari 13 rumah sakit di Kabupaten Jember. Termasuk kerjasama dengan 50 puskesmas di bawah Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Jember.
Selain itu, Bupati Hendy menegaskan Pemkab Jember siap mensupport PMI Kabupaten Jember. “Kami akan mensupport PMI. Segera lakukan digitalisasi PMI Kabupaten Jember,” imbuhnya. Sebab, digitalisasi sudah menjadi kebutuhan untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Dia
menegaskan, PMI Harus terbuka kepada masyarakat. “Di Era Digital keterbukaan informasi jadi luar biasa,”
ujarnya. Khususnya terkait pengelolaan darah yang dilakukan unit donor darah
(UDD) PMI Kabupaten Jember.
Ketua
PMI Kabupaten Jember Dr.H. M Thamrin, SE, MM menjelaskan bahwa PMI akan
berupaya keras untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat Jember.
“Motto, jargon PMI itu inter arma caritas, kita semua bersaudara. PMI bekerja,
sehari-hari ditopang 3 pilar yaitu
relawan, pegawai, pengurus,” ujarnya.
Dia menjelaskan, PMI
sudah berupaya kerja keras dalam 100 hari sejak dilantik tiga bulan lalu. “PMI
melakukan konsolidasi agar lebih sehat, melaksanakan rasionalisasi
struktur, personel disesuaikan
kemampuan. Kami juga melaksanakan program revitalisasi PMI kecamatan,” ujarnya.
(*)
