PMI JEMBER — Palang Merah Indonesia (PMI) melalui Tim Dukungan Psikososial (Psychosocial Support / PSS) turun langsung memberikan edukasi dan asesmen psikososial bagi siswa serta guru di SDN Kaburea, Desa Tenda Kinde, Kecamatan Wolowae, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, Rabu (30/9/2026).
Di tengah keterbatasan ruang belajar akibat gempa, kegiatan ini menjadi asa baru bagi anak-anak untuk memulihkan semangat di bawah tenda darurat. Kegiatan yang berlangsung pukul 08.25 hingga 10.34 WITA ini melibatkan total 88 penerima manfaat, yang terdiri atas 78 siswa (35 laki-laki dan 42 perempuan) serta 10 guru (1 laki-laki dan 9 perempuan).
Setibanya di lokasi, Tim PSS langsung berkoordinasi dengan pihak sekolah dilanjutkan dengan observasi serta komunikasi interaktif bersama para siswa. Melalui pendekatan ramah anak—mulai dari percakapan ringan hingga aktivitas bernyanyi—tim berupaya menciptakan ruang yang aman dan nyaman bagi anak-anak untuk mengekspresikan perasaan, pengalaman selama gempa, hingga dinamika belajar di tenda darurat.

Berdasarkan hasil asesmen awal, secara umum belum tampak reaksi psikis berat akibat gempa pada para siswa. “Kendati demikian, kegiatan belajar yang masih harus dilipatgandakan di dalam tenda darurat menciptakan rasa kurang nyaman dan kecemasan tersendiri,” kata Angelina Marici Ema tim PSS dari PMI Kabupaten Nagekeo.
Selain faktor psikologis, kondisi pengungsian yang kering dan berdebu turut memicu kekhawatiran tim terhadap potensi gangguan kesehatan fisik, seperti batuk dan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), mengingat sebagian besar siswa masih tinggal di tenda akibat rumah yang rusak atau kekhawatiran akan gempa susulan.
“Temuan asesmen ini menegaskan bahwa pemulihan pascabencana harus menyentuh aspek fisik sekaligus mental,” kata Elvana Kusdijanto dari PMI Kabupaten Jember. Sebagai langkah lanjutan, Tim PSS merancang sejumlah program strategis, di antaranya layanan kesehatan (Yankes) seperti pemeriksaan kesehatan rutin bagi penyintas. Psikoedukasi berupa pendampingan bagi para guru dan siswa.
Kemudian aktivitas terstruktur seperti permainan edukatif, penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), serta kegiatan ekspresi kreatif yang disesuaikan dengan tingkat usia anak. PMI juga menekankan pentingnya peran aktif guru dan orang tua sebagai garda terdepan di lingkungan sekitar untuk mendengarkan dan memberikan rasa aman bagi anak-anak.
Pendekatan psikososial ini dihadirkan sebagai dukungan awal agar proses pemulihan berjalan optimal. Aksi kemanusiaan ini merupakan wujud sinergi yang kuat antara Tim PSS PMI Kabupaten Nagekeo (Angelina Marici Ema dan Laurentia Brindrisa Mogi) bersama Tim PSS PMI Pusat yang melibatkan relawan dari berbagai daerah, yakni Elvana Kusdijanto (PMI Kabupaten Jember) dan Farah Putri A (PMI Kota Jakarta Timur). Melalui misi ini, PMI berkomitmen untuk terus mendampingi masyarakat terdampak bencana, memastikan kelompok rentan mendapatkan perhatian layak, dan mengembalikan senyum anak-anak di ruang-ruang belajar darurat mereka. (*)
