Membantu Indonesia Timur Bukan Hal Mustahil
JEMBER – Unit Donor Darah Palang Merah Indonesia Cabang Jember (UDD PMI Jember) semakin optimistis dapat memproduksi darah dengan kualitas terbaik. Dengan hadirnya alat canggih pendeteksi penyakit darah di laboratorium, produksi darah terus dimaksimalkan untuk peningkatan layanan kepada warga Jember serta kepada warga yang ada di Indonesia timur.
Peningkatan layanan UDD PMI Jember disampaikan langsung Ketua PMI Cabang Jember H.EA. Zaenal Marzuki SH MH. Menurutnya, dengan peralatan canggih yang pengadaannya dilakukan secara mandiri akan dapat menjadi penunjang kinerja UDD PMI.
Zaenal mengurai, keberadaan laboratorium dengan sejumlah alat pendeteksi penyakit darah telah dioperasikan oleh beberapa operator yang teruji. Dengan begitu, peningkatan layanan bukan suatu yang mustahil. Apalagi, alat yang lebih peka dalam mendeteksi penyakit tersebut hanya ada dua di Jawa Timur, yaitu Surabaya dan Jember.
“Dengan adanya alat yang sama seperti milik Surabaya, maka dilakukan peningkatan layanan. Sehingga stok darah bukan hanya disiapkan untuk warga Jember saja, tetapi untuk Indonesia timur. Saat ini, tenaga cukup, alatnya dioperasikan oleh tenaga yang teruji, dan produksinya terus ditingkatkan,” jelas Zaenal.
Untuk menunjang agar petugas laboratorium UDD PMI terus berinovasi, Zaenal menegaskan, secara berkala para petugas diikutkan pelatihan-pelatihan. Itu dilakukan agar para petugas di laboratorium PMI Jember semakin mahir dalam menggunakan peralatan-peralatan modern. “Selain itu, kita juga menyiapkan regenerasi,” tegasnya.
Zaenal mengungkap, Jember sebenarnya sudah mengirimkan sejumlah stok darahnya ke Indonesia timur. Salah satunya seperti saat terjadi bencana alam gempa di Lombok. Untuk itulah, UDD PMI Jember yang bertekad untuk membantu Indonesia timur bukan suatu yang mustahil. “Salah satu contoh kita sudah ikut membantu Lombok. Ke depan kita akan sisihkan untuk stok, demi membantu kabupaten sekitar dan Indonesia timur,” bebernya.
Meski sudah ada yang terealisasi, namun saat itu UDD PMI Jember belum menjadikan layanannya untuk Indonesia timur. Akan tetapi, sejak adanya peralatan laboratorium yang baru, UDD PMI Jember mulai melakukan peningkatan produksi stok darah.
Data yang berhasil dikumpulkan, stok darah yang dikeluarkan UDD PMI Jember dalam setiap harinya sekitar 70 kantong darah. Sementara, laboratorium UDD PMI Jember dalam kurun tujuh jam, dua orang petugas mampu memproduksi hingga 150 kantong darah. Stok tersebut sudah melewati uji lab yang dilakukan satu orang dan pengantongan dilakukan satu petugas UDD PMI Jember. (Humas)
