Tek Kenal Lelah, Relawan PMI Jember Lanjutkan Fogging

Tek Kenal Lelah, Relawan PMI Jember Lanjutkan Fogging

PMI JEMBER – Relawan PMI Kabupaten Jember tak kenal lelah untuk membantu sesama. Belum lama selesai membantu korban banjir di perumahan Bumi Mangli Permai (BMP) dan Perumahan Mangli Resindence, relawan PMI kembali turun membantu masyarakat. Kali ini giliran tim fogging yang melakukan fogging Perum Istana Tegal Besar Cluster Singosari, RT 4 TW 12 Kelurahan Tegal Besar Kecamatan Kaliwates Kabupaten Jember. 


Relawan melakukan fogging setelah PMI kabupaten Jember mendapatkan laporan adanya korban nyamuk Demam Berdarah (DB) di perumahan tersebut. Setelah ada laporan, relawan PMI langsung menindaklajuti dengan melakukan assessment. Hasilnya, PMI memenuhi permintaan warga Perum Istana Tegal Besar Cluster Singosari. 


Enam relawan PMI turun langsung ke Perum Istana Tegal Besar Cluster Singosari untuk melakukan fogging Sabtu (15/1). “Ada permintaan fogging dari warga Perum Istana Tegal Besar Cluster Singosari karena ada salah satu anak yang terkena DB,” kata ketua PMI Kabupaten Jember H EA Zaenal Marzuki SH MH. 


Fogging dilakukan untuk membunuh nyamuk aedes aegypti agar tidak berkembang biak lebih luas lagi. Fogging dilakukan di rumah warga yang berradius sekitar 100 meter dari korban yang terserang DB. “Fogging dilakukan di sekitar rumah korban yang sudah dinyatakan positif DB dengan jarak sekitar 100 meter memutar,” imbuhnya. 


Diperkirakan ada sekitar 120 rumah yang difogging relawan PMI Kabupaten Jember. Diharapkan fogging bisa menekan korban DB yang terus berjatuhan. Hampir tiap musim hujan, nyamuk aedes aegypti memakan korban. “Setiap musim hujan korban DB banyak. maka tim fogging PMI membantu pemerintah dengan melakukan pengasapan,” terangnya.

 

Namun, Zaenal mengingatkan bahwa fogging hanya salah satu cara untuk menekan perkembangbiakan nyamuk aedes aegypti. Pasalnya, jentik-jentik nyamuk tidak akan mati saat di fogging. Sebab, jentik-jentik nyamuk itu berada di air, khususnya air yang bersih. “Maka gerakan menutup, menguras dan mengubur benda-benda yang mampu menampung air tetap diteruskan,” imbuhnya. 


Untuk itu, dia juga menghimbau masyarakat sendiri untuk melakukan gerakan 3 M. Diyakininya, gerakan 3 M itu bisa dilakukan sendiri masing-masing keluarga, kemudian bisa dilakukan secara bersama-sama. “Masyarakat juga harus sadar dengan lingkungannya, agar nyamuk aedes aegypti tidak berkembang,” imbuhnya. (*)