PMI JEMBER — Rumah Sakit (RS) Bina Sehat Jember kembali menunjukkan konsistensinya dalam mendukung aksi kemanusiaan melalui kegiatan donor darah. Dalam kegiatan yang digelar Selasa (13/10/2026), RS Bina Sehat berhasil menghimpun 47 kantong darah dari target 80 kantong.
Capaian tersebut memperkuat peran RS Bina Sehat sebagai salah satu rumah sakit swasta yang aktif mendukung kegiatan donor darah bersama Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Jember.
Ketua PMI Kabupaten Jember, Zainollah, mengapresiasi keterlibatan RS Bina Sehat yang terus berpartisipasi dalam kegiatan donor darah. Menurutnya, dukungan rumah sakit dan berbagai elemen masyarakat sangat penting untuk membantu menjaga ketersediaan stok darah bagi pasien yang membutuhkan transfusi.
“Partisipasi aktif rumah sakit dalam kegiatan donor darah merupakan bentuk kepedulian nyata terhadap kebutuhan kemanusiaan. Semakin banyak pihak yang terlibat, semakin luas pula peluang untuk memenuhi kebutuhan darah bagi masyarakat,” demikian pesan yang sejalan dengan semangat kolaborasi PMI dan para mitranya.

Dari target 80 kantong, sebanyak 47 kantong darah berhasil dikumpulkan atau mencapai 58,75 persen dari target. Sementara itu, 34 calon pendonor tercatat batal mendonorkan darahnya.
Berdasarkan catatan pemeriksaan, faktor kesehatan menjadi salah satu kendala calon pendonor untuk menyumbangkan darah. Sebanyak 20 orang tidak dapat mendonorkan darah karena kadar hemoglobin (HB) rendah, yakni di bawah 12,5 gram per desiliter.
Selain itu, terdapat satu calon pendonor dengan HB tinggi, satu orang dengan tekanan darah tinggi, empat orang dengan tekanan darah rendah, serta satu orang yang baru mengonsumsi obat. Sementara itu, enam calon pendonor terkendala menstruasi dan satu orang tercatat pulang.
Pemeriksaan kesehatan sebelum donor darah merupakan prosedur penting untuk memastikan keselamatan pendonor sekaligus menjaga kualitas darah yang akan digunakan untuk transfusi. Karena itu, calon pendonor perlu menjaga kondisi tubuh, beristirahat cukup, dan mengikuti arahan petugas kesehatan.
Hal menarik dari kegiatan donor darah di RS Bina Sehat kali ini adalah kuatnya peran jejaring pertemanan dalam menggerakkan partisipasi pendonor.
Data PMI mencatat 80 pendonor mendapatkan informasi kegiatan melalui teman atau contact person (CP), sedangkan satu pendonor memperoleh informasi melalui WhatsApp Broadcast dari Unit Donor Darah (UDD) PMI.
Data tersebut menunjukkan bahwa komunikasi dari mulut ke mulut dan ajakan langsung memiliki peran penting dalam membangun partisipasi masyarakat pada kegiatan donor darah.
Konsistensi RS Bina Sehat dalam mendukung kegiatan donor darah diharapkan dapat menginspirasi rumah sakit, perusahaan, lembaga pendidikan, komunitas, dan organisasi lainnya untuk turut menyelenggarakan aksi serupa.
Bagi PMI Kabupaten Jember, kolaborasi dengan berbagai pihak menjadi bagian penting dalam menjaga ketersediaan darah. Sebab, kebutuhan darah bagi pasien berlangsung setiap hari, sementara ketersediaannya sangat bergantung pada kesediaan masyarakat untuk menjadi pendonor sukarela.
Melalui aksi donor darah yang berkelanjutan, RS Bina Sehat dan PMI Kabupaten Jember terus berkontribusi dalam menumbuhkan budaya berbagi sekaligus memperkuat solidaritas kemanusiaan di Jember. (*)
